
KampusTanjungpinang
Menjaga Batas, Mengedukasi Tunas: Sinergi Bea Cukai dan UMRAH Cerdaskan Generasi Maritim
TANJUNGPINANG — Dalam upaya memperluas pemahaman sivitas akademika mengenai peran strategis kepabeanan dan cukai di wilayah perbatasan, Kantor Bea Cukai Tanjungpinang bekerja sama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar sosialisasi edukatif bertajuk “Customs Goes to Campus”, bertempat di Gedung A Kampus UMRAH, Tanjungpinang, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa ini menjadi ruang edukasi publik untuk mengenalkan tugas, fungsi, serta regulasi terbaru kepabeanan yang relevan dengan karakteristik geografis Kepulauan Riau sebagai kawasan maritim dan perbatasan negara.
Rangkaian pemaparan materi diawali langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Joko Pri Sukmono Dwi Widodo, yang membawakan materi mengenai Tugas dan Fungsi Bea Cukai sebagai community protector, revenue collector, serta trade facilitator.
Sosialisasi dilanjutkan dengan dua materi tematik strategis:
1. Regulasi Barang Bawaan Penumpang: Dipaparkan oleh Ines Karina, mengulas ketentuan kepabeanan terkait lalu lintas barang lintas batas negara.
2. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK): Disampaikan oleh Rully Devriantoro, membedah peluang investasi, fasilitas fiskal, serta potensi pengembangan KEK di Kepulauan Riau.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UMRAH, Dr. H. Suryadi, S.P., S.H., M.H., yang hadir langsung sekaligus membuka kegiatan tersebut, menyambut hangat inisiatif kolaboratif dari Bea Cukai Tanjungpinang.
Dalam penyampaiannya, Dr. Suryadi menekankan pentingnya sinergi antara instansi pemerintah dan institusi pendidikan tinggi maritim dalam membekali mahasiswa dengan wawasan praktis kepabeanan.
“Kami mengapresiasi tinggi jajaran Bea Cukai Tanjungpinang yang telah hadir langsung di kampus UMRAH. Sebagai perguruan tinggi berwawasan maritim di wilayah perbatasan, mahasiswa UMRAH tidak hanya dituntut menguasai teori akademis, tetapi juga harus memahami dinamika regulasi perdagangan internasional, aturan barang bawaan, serta potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Kepri,” ujar Dr. Suryadi.
Lebih lanjut, Dr. Suryadi menerangkan bahwa sosialisasi ini menjadi jembatan literasi yang sangat berharga bagi generasi muda di wilayah pesisir.
“Sosialisasi ‘Customs Goes to Campus’ ini menjadi jembatan literasi yang sangat berharga. Kami berharap kolaborasi strategis antara UMRAH dan Bea Cukai Tanjungpinang dapat terus diperkuat baik dalam kerangka edukasi publik, program magang mahasiswa, hingga riset bersama untuk mendukung kedaulatan dan pertumbuhan ekonomi maritim di Kepulauan Riau,” pungkasnya.
Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Mahasiswa secara aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar tata cara kepabeanan, isu perdagangan barang impor di wilayah kepulauan, hingga peluang karier di lingkungan Kementerian Keuangan RI.
Rangkaian acara ditutup dengan pengisian kuesioner evaluasi, penyerahan sertifikat elektronik, dan foto bersama antara pimpinan Bea Cukai Tanjungpinang, jajaran rektorat UMRAH, serta seluruh peserta mahasiswa.







