BatamKepulauan Riau

Tekan Penyelundupan di Selat Malaka, Bea Cukai Indonesia – Malaysia Gelar Patroli Bersama

Lihatkepri.com, Karimun – Gelar Patroli gabungan Bea Cukai Indonesia – Malaysia di Selat Malaka, kerahkan 19 kapal sisir Pelabuhan Tikus tekan Penyelundupan. Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan dalam patroli gabungan ini sebanyak 10 Kapal Bea dengan jumlah sebanyak 140 personil.

“Bea dan Cukai mempunyai 189 kapal di seluruh Indonesia dan dalam operasi Patkor Kastima (Patroli Kordinasi Kastem Indonesia -Malaysia), ada 10 kapal yang dilibatkan dengan 140 orang personil,” kata Heru Pambudi di Kanwil DJBC Kepri, Kamis (7/9/2017).

Dari 10 kapal patroli operasi, antra lain terdiri dari 4 speed boat, 5 fast patrol boat 28 meter, dan 1 fast patrol boat 60 meter. Sementara untuk Customs Malasysia telah menyiapkan 10 unit kapal Patroli yang segera bergabung melakukan Operasi Patroli Bersama.

“Operasi gabungan ini merupakan kerjasama yang bertujuan untuk menekan barang selundupan,” ucap Heru Pambudi.

Sedangkan dari target operasi patroli gabungan ini yakni di titik-titik rawan sepanjang selat Malaka, yang merupakan jalur beresiko tinggi lalulintas kapal. Ia menyebutkan sekitar 400 an pelabuhan pelabuhan tikus wilayah pantai barat indonesia yang termasuk titik rawan penyelundupan yang menjadi target Operasi pengawasan.

“Pengawasan laut dalam Faktor kastima, sebagai efek digencarkannya program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT) penyelundupan di pelabuhan resmi maupun tidak resmi,” kata dia.

Operasi ini melibatkan dua negara serumpun antara Indonesia dan Malaysia, guna mengamankan perairan Selat Malaka dari tindakan ilegal yang merugikan dan mengancam kedua negara. Dan operasi kali ini merupakan yang ke-23 kalinya yang terbangun sejak tahun 1994, yang mana merupakan bukti eratnya hubungan bilateral dalam bidang Kepabeanan dan Cukai.

Sementara Itu, Deputy Direktur General Enforcement Of Customs Malaysia Zulkifli Bin Yahya mengatakan hal yang sama pelabuhan tidak resmi sering di Malaysia sering di gunalan Penyelunsupan.

“Sekitar 50 perseratus zety(Pelabuhan tikus) di pakai penyelunsup,” ucap Zulkifli dalam gelar pembukaan Faktor Kastima,di kanwl DJBC Karimun.

Selain itu kata dia operasi gabungan dalam penanganan penyelundupak kali ini akan Kon sen terhadap pencegahaan Narkotika sesuai dengan kerjasama baru antara bea cukai Indonesia dan Malaysia dalam Operasi khusus pencegahaan Narkotik.

“Dimana Pada 6 september custem Malaysia dan Indoneaia telah menandatangani Tash Force, (filot Redmi) sepakat, menangani penyelundupan terutama Dadah (Narkotika),” Ucap Deputi Bea Cukai malaysia.

Kapal-Kapal tersebut akan beroperasi dari tanggal 7 September hingga 21 September 2017, mulai dari perairan (Indonesia) Kuala Langsa, Belawan, Tanjung Balai Asahan, Tanjung Sinaboy, Tanjung Parit hingga Batam, perairan (Malaysia) Langkawi, Pulau Pinang, Lumut, Pelabuhan Klang, Port Dickson, Muar hingga Sungai Pulai.

“Untuk penutupan patroli akan ditutup di Malaysia,”Ujar Zulkifli. (Ajang Nurdin)

Show More
Kepriwebsite
Close