
BatamKepulauan Riau
Refleksi Akhir Tahun, Regalia Institut Bersama FGD Nusantara Gelar Seminar Ekonomi Di Batam
Lihatkepri.com, Batam – Regalia Institut bersama Foccus Group Disccussion (FGD) Nusantara mengadakan acara Seminar Ekonomi yang dilaksanakan sebagai refleksi akhir tahun, Sabtu (31/12/2016) di Hotel Pusat Informasi Haji (PIH) Batam.
Hal ini digelar sebagai salah satu upaya untuk memproyeksi tantangan dan peluang pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Ria kedepan untuk dapat mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya, Kegiatan seminar ini juga mengangkat tema “Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Tantangan dan Proyeksinya Kedepan”.
Koordinator FGD Nusantara Adri Wislawawan,ST mengatakan bahwa, pembangunan Provinsi Kepri dengan luas wilayah laut yang mencapai 96 % merupakan sebuah tantangan.
“Dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah kepulauan hendaknya pemerintah mempunyai strategi tersendiri untuk pengembangan wilayah pesisir, yang mana nantinya dari aspek pembangunan dapat menyentuh aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya terutama pengembangan ekonomi maritim karena KEPRI adalah wilayah maritim yang berpotensi untuk dikembangkan,” ujarnya.
Dalam seminar ekonomi ini dihadiri oleh narasumber dari pihak Pemerintahan Provinsi Kepri yakni Asisten II Drs.H Syamsul Bahrul, SMP, M.Si.PHd dan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Ing.Iskandar dan Wahyu dari Pihak Perwakilan BI Provinsi Kepri Serta Firdaus Hamta, SE, M.Si selaku Akademisi Kota Batam.
Dalam penyampaiannya, Syamsul Bahrum mengatakan bahwa, Pertumbuhan Ekonomi Kepri dibangun dengan konsep kemaritiman yang dengan pemanfaatan potensi sumber daya kelauatan dan perikanan dan didukung dengan potensi SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal untuk mengelola hal tersebut demi meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Yang menjadi permasalahannya adalah SDM kita saat ini belum berdaya, terutama wilayah pesisir sehingga tidak mampu memanfaatkan potensi yang ada untuk dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Disamping itu juga pendekatan-pendekatan perlu dilakukan kepada masyarakat sehingga mereka bisa mempunyai daya saing dan mandiri untuk meningkatkan taraf hidupnya yakni salah satu dengan pendekatan Kultural sehingga dapat diterima oleh masyarakat.Dengan demikian, pembangunan itu berdasarkan kebutuhan masyarakat bukan keinginan pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, Anggota DPRD Provinsi Kepri Ing.Iskandarsyah menyampaikan bahwa, pembagunan dapat dilaksanakan atas 2 komponen utama yakni wewenang Pemerintah dan Uang.
“Jika ingin ada sebuah pembangunan maka harus ada wewenang pemerintah untuk menghasilkan uang dan dari uang akan dialokasikan kepembagunan,” ujarnya.
Selain itu, jika Kepri Ingin unggul dalam pembangunan ekonomi setidaknya ada 4 poin yang perlu dimiliki, yakni memiliki sumber daya yang handal, harus ada sentuhan tehnologi,regulasi khusus dan enterpreuner goverment dari hal tersebut akan dapat meningkatkan pembangunan ekonomi maritim Kepri. (Syafrizal)







