BatamKepulauan Riau

Dalam Oprasi Gerhana, Penyelundupan Bawang Merah Malaysia Jadi Kasus Tertinggi

Lihatkepri.com, Batam – Penyelundupan Bawang Merah dari Malaysia merupakan kasus tertinggi hasil Patroli Oprasi Gerhana yang dilakuan direktorat Bea Cukai di Selat Malaka dan Singapura.

“Selama satu bulan gelar oprasi gerhana oleh direktorat Bea dan Cukai berhasil menangani 18 penyelundupan bawang merah,” ungkap Akhmad Rofiq Kasubdit Penindakan dan penyidikan (P2) Kantor Pusat Bea Cukai di Kantor Pelayan Utama (KPU) Bea Cukai Batam, Selasa (17/5/2016) sore .

Selain itu, Rofiq menyebutkan bahwa bawang tersebut dibawa dari Malaysia menuju ke 5 wilayah diantaranya Batam, Sumatera Barat, Aceh, Riau, dan Karimun. Dari Total 27 Hasil kasus pelanggaran yang ditangani Direktoriat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) selama satu bulan merupakan Oprasi gabungan. Yang namai Patroli Oprasi Gerhana.

Selanjutnya, Oprasi tersebut merupakan gabungan  dari lima perwakilan wilayah Direktorat Jendral Bea Cuakai (DJBC) di Sumatra diantaranya DJBC Aceh, Kanwil DJBC Riau dan Sumatra Barat, Kanwil DJBC Khusus Kepri dan KPU BC Batam kemudian dalam operasi tersebut menurunkan 165 anggota dan 16 kapal.

Sementara itu, Rofiq mengatakan bahwa operasi Gerhana ini dilakukan selama satu bulan terhitung dari tanggal 7 April hingga 7 Mei 2016.

“Ini merupakan arahan langsung dari Presiden Indonesia. Karena selama ini banyak pelanggaran yang terjadi di Perairan Selat Malaka,” ujar Rofiq.

Selain itu menurut Ropiq, operasi tersebut dilakukan karena di saat menjelang Ramdhan merupakan Waktu yang rawan terkait penyelundupan barang Ilegal terutama Sembako.

“Sebagai tindak lanjut atas pencegahan kasus yang telah terungkap akan dilimpahkan terhadap Lokus daerah masing-masing,” Ujarnya.

Dalam hal ini, hasil Patroli Operasi Gerhana merupakan keseriusan direktorat Bea dan Cukai dalam menjaga masuk dan keluarnya barang-barang ilegal menjelelang Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2016 ini. (Ajang Nurdin)

Show More
Kepriwebsite
Close