
BintanKepulauan Riau
Kabupaten Bintan Gelar Lomba Teknologi Tepat Guna
Lihatkepri.com, Bintan – Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan menggelar lomba Teknologi Tepat Guna ( TTG ) yang dibuka bagi masyarakat umum Kabupaten Bintan , khususnya para pelajar se Kabupaten Bintan.
Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika saat ditemui di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan, Rabu ( 8/3 ) pagi, dikutip dari Media Centre Bintan.
Menurutnya, Lomba Tekhnologi Tepat Guna ( TTG ) ini digelar dalam rangka meningkatkan peranan masyarakat untuk terus berkreasi dan berinovasi demi kesejahteraan masyarakat . Dirinya juga mengatakan , bahwa pendaftaran lomba dimulai pada tanggal 13 Maret 2017 hingga 07 April 2017 dan paling lambat proposal diterima oleh panitia pada tanggal 12 April 2017 guna diverifikasi , nantinya juga bagi peserta yang memenuhi verifikasi akan diumumkan melalui Radio Bintan yang kemudian akan diminta untuk memperlihatkan hasil Tekhnologi Tepat Guna ( TTG ) , guna di ambil penilaian final oleh Dewan Juri.
Diketahui juga bahwa, Pemenang lomba akan diberikan Piala Tetap , Piagam , Uang Pembinaan serta bagi Pemenang Lomba Juara 1 hingga 3 akan mewakili Kabupaten Bintan untuk diikutsertakan ke Tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
“Tentunya kita mengajak kepada masyarakat dan pelajar khususnya untuk terus berinovasi dan berkreasi , melalui Lomba TTG ini , nantinya juga diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Adapun persyaratan Lomba Tekhnologi Tepat Guna Tahun ini adalah ;
1. Warga Negara Indonesia
2. Memiliki Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Pelajar.
3. Berdomisili di Wilayah Kabupaten Bintan.
4. Peserta dapat mengambil formulir pendaftaran di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa se Kabupaten Bintan mulai tanggal 13 Maret 2017 sd 7 April 2017.
5. Proposal dan formulir pendaftaran paling lambat sampai di meja panitia pada tanggal 12 April 2017.
6. TTG yang menjadi temuan benar-benar TTG yang dapat memberikan nilai tambah, baik kualitas maupun kuantitas terhadap produk yang dihasilkan serta sudah di uji coba kan ( bukan hasil Pra Karya Sekolah ).
7. TTG yang belum berhasil meraih prestasi pada tahun-tahun sebelumnya dapat diikutsertakan kembali dengan melakukan penyempurnaan dan belum pernah meraih Juara Nasional serta bukan merupakan Replika dari TTG yang sudah ada.
8. Barang yang dihasilkan tidak berbiaya tinggi.
9. Merupakan hasil karya sendiri atau sekolompok.
10. Mudah dioperasikan
11. Bermanfaat bagi masyarakat.
12. Dapat menggunakan Barang Baru.
13. Dapat meningkatkan perekonomian masyarakat .
Terkait, hal tersebut Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos sangat mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan, dimana menurutnya hal ini merupakan suatu langkah maju terhadap masyarakat dan para pelajar se Kabupaten Bintan untuk ikut serta terlibat memberikan sumbangsih pemikiran dalam bentuk Inovasi Tekhnologi Tepat Guna.
Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan juga sangat berharap agar hal ini bisa memberikan dampak yang positif untuk kemajuan daerah Kabupaten Bintan.
“Saya menghimbau dan mengajak serta kepada mayarakat , untuk memberikan pemikiran dan terlibat dalam Lomba Tekhnologi Tepat Guna,” tutupnya.
Diketahui bahwa Berdasarkam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor. 3 Tahun 2001 tentang penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna dan Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2010 tentang pemberdayaan masyarakat dijelaskan bahwa penerapan teknologi tepat guna adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan untuk mempercepat alih teknologi dari pencipta atau pemilik kepada pengguna teknologi.
Pengembangan teknologi tepat guna lebih berorientasi pada kegiatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam bentuk desain, fungsi dan manfaat dari suatu teknologi melalui proses penelitian, pengkajian, uji coba dan fasilitasi yang kesemuanya itu bermuara pada upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.
Sehubungan dengan maksud diatas tersebut dianggap perlu diadakannya perlombaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Bintan yang diharapkan akan menjadi ajang kreatif dan inovatif bagi masyarakat untuk dapat membangun daerah melalui hasil karya teknologi tepat guna.








