Bintan

Sekolah Model PM–KKA Menjadi Fondasi Transformasi Pendidikan dan Ekosistem Pembelajaran Masa Depan

Bintan — Sekolah Model PM–KKA menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem pembelajaran masa depan serta mendorong percepatan transformasi pendidikan di Indonesia. Program ini diposisikan sebagai ruang uji kebijakan pendidikan, tempat lahirnya praktik terbaik pembelajaran, sekaligus titik awal transformasi pendidikan yang dimulai langsung dari ruang kelas.

Transformasi pembelajaran tidak lahir dari perubahan kurikulum semata, tetapi dari proses bertahap yang mempersiapkan manusia, menguatkan praktik, dan memperluas dampak. Melalui Program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding & Kecerdasan Artifisial (KKA), Indonesia membangun fondasi pembelajaran bermutu sekaligus menyiapkan kecakapan masa depan peserta didik.

Sekolah Model PM–KKA bukan sekadar program pengembangan sekolah, melainkan strategi nasional untuk memastikan pembelajaran mendalam, penguasaan teknologi pendidikan, dan inovasi pembelajaran tumbuh merata di seluruh Indonesia. Program ini dirancang sebagai proses berkelanjutan, dimulai dari penguatan kapasitas guru dan sekolah, implementasi dengan pendampingan, hingga pengimbasan praktik baik agar berdampak luas bagi satuan pendidikan lainnya.

Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Kepulauan Riau menjalankan peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan nasional, praktik pembelajaran di sekolah, serta jejaring kolaborasi lintas daerah dan global. Peran ini memastikan transformasi pendidikan tidak terfragmentasi, tetapi terintegrasi dan berkelanjutan. Kebijakan pendidikan tidak berhenti di dokumen, tetapi hadir nyata di sekolah melalui pendampingan, pengimbasan, dan kolaborasi antar satuan pendidikan.

Kepala Kantor GTK Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Hos Arie Rhamadhan Sibarani, S.H., M.H., menegaskan bahwa transformasi sekolah membutuhkan arah yang jelas dan langkah yang seimbang.

“Sekolah Model Pembelajaran Mendalam menguatkan cara belajar agar murid memahami, bernalar, dan berkarakter. Sekolah Model Koding dan Kecerdasan Artifisial menyiapkan kompetensi masa depan agar murid adaptif, kreatif, dan siap menghadapi era digital,” tegasnya, Kamis (8 Januari 2026) dilansir dari laman https://kgtk-kepri.kemendikdasmen.go.id/.

Dr. Hos Arie Rhamadhan Sibarani, S.H., M.H., juga menekankan bahwa kedua pendekatan tersebut saling melengkapi. “PM menguatkan kualitas belajar, KKA menyiapkan literasi masa depan. Keduanya bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipadukan sebagai ikhtiar bersama menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Hos Arie Rhamadhan Sibarani, S.H., M.H., juga menegaskan filosofi dasar transformasi pendidikan. “Pendidikan tidak pernah berdiri pada satu jalan. Ia bertumbuh melalui ikhtiar yang saling menguatkan. Pembelajaran Mendalam menumbuhkan cara belajar yang bermakna. Koding dan Kecerdasan Artifisial menyiapkan kecakapan masa depan. Ketika keduanya berjalan bersama, peserta didik Indonesia bertumbuh dengan nalar yang jernih, adab yang kokoh, dan literasi digital yang bertanggung jawab. Di sanalah pendidikan menemukan marwahnya—berakar pada nilai dan bergerak menuju masa depan,” katanya.

Sekolah Model PM–KKA menjadi ruang tumbuh bagi guru dan sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berkarakter, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman. Melalui implementasi program ini, KGTK Kepri mendorong sekolah-sekolah di Kepulauan Riau, termasuk di Kabupaten Bintan, menjadi pusat pembelajaran inovatif yang berdampak nyata pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

Inilah ikhtiar bersama untuk memastikan setiap anak Indonesia belajar dengan nalar, adab, dan literasi digital. Bersama, KGTK Kepri mengawal transformasi pendidikan secara berkelanjutan demi terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.

Tags
Show More
Kepriwebsite

Leave a Reply

Close