
Batam
Pemadaman Listrik Terlama dan Terparah Dalam Sejarah Kota Batam
Abdul Halim Desak PLN Batam Lakukan Evaluasi Menyeluruh dan Buka Hasil Investigasi Secara Transparan
Batam, Lihatkepri.com — Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang sejak Senin, 12 Oktober 2026, mengakibatkan gangguan luas terhadap aktivitas masyarakat. Tidak hanya listrik, pasokan air bersih, jaringan internet, transaksi digital, layanan belanja daring, operasional SPBU, hingga kelancaran lalu lintas turut terdampak.
Berdasarkan pemberitaan detikSumut pada 13 Oktober 2026, sebanyak 411.219 pelanggan dilaporkan terdampak. Besarnya skala gangguan ini menjadi perhatian serius mengingat Batam merupakan kawasan strategis industri, perdagangan, dan investasi yang membutuhkan pasokan listrik andal.
Menanggapi kejadian tersebut, Abdul Halim, Mahasiswa Kota Batam, mendesak PLN Batam melakukan evaluasi menyeluruh dan membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik.
“Pemulihan listrik tidak boleh menjadi akhir dari persoalan ini. Masyarakat berhak mengetahui penyebab gangguan, faktor yang menyebabkan dampaknya meluas, serta langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Halim.
Ia menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu transparansi hasil investigasi, evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan mitigasi risiko, serta penyampaian rencana perbaikan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, blackout bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, keberlangsungan ekonomi, dan kualitas pelayanan publik. Karena itu, PLN bersama pemerintah daerah dan BP Batam perlu memperkuat koordinasi dalam menghadapi keadaan darurat kelistrikan.
Halim menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan mendorong pertanggungjawaban dan perbaikan nyata.
“Listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jangan biarkan blackout ini berlalu tanpa evaluasi. Listrik harus pulih, investigasi harus transparan, dan perbaikan harus nyata.” ujarnya.





