
Batam
Ketua Dewan Pendidikan Batam: Guru Harus Terus Belajar untuk Tingkatkan Kualitas SDM
BATAM, LIHATKEPRI.COM – Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom., menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan untuk memperkuat literasi dan numerasi peserta didik. Menurutnya, guru harus mampu beradaptasi dengan perubahan karakter generasi dan mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik, kreatif, serta sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pesan tersebut disampaikan Fendi saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Kegiatan Pengembangan Karier Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Golden View Hotel, Bengkong, Kota Batam, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Batam tersebut berfokus pada peningkatan literasi dan numerasi melalui kokurikuler lintas mata pelajaran serta pelatihan model-model strategi pembelajaran.
Dalam sambutannya, Fendi mengatakan bahwa profesi guru menuntut kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Perbedaan karakteristik dan cara belajar peserta didik membuat guru perlu mengevaluasi pendekatan mengajarnya agar proses pembelajaran tidak monoton dan mampu membangun pemahaman siswa. “Pilihan kita sebagai seorang guru adalah harus mau terus belajar dan melakukan upgrade diri. Generasi terus berkembang, sehingga guru harus mampu beradaptasi dan menghadirkan pembelajaran yang menarik serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Fendi menekankan bahwa literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia dan Matematika, melainkan perlu dikembangkan melalui seluruh mata pelajaran. Literasi mencakup kemampuan memahami dan mengevaluasi informasi, sedangkan numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan angka, membaca data, dan menerapkan penalaran untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari. Melalui kokurikuler lintas mata pelajaran, siswa dapat belajar menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata, seperti mengidentifikasi masalah sampah di sekolah, mengolah data, menyusun kesimpulan, dan menawarkan solusi.
Ia juga mendorong guru menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, diskusi kolaboratif, dan pendekatan kontekstual sesuai tujuan pembelajaran serta karakteristik siswa. Menurut Fendi, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari banyaknya materi yang disampaikan atau soal yang diselesaikan, tetapi juga dari kemampuan siswa memahami informasi, berpikir kritis, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Pelatihan, katanya, perlu ditindaklanjuti dengan perubahan konkret dalam perencanaan dan praktik pembelajaran di sekolah.
Lebih lanjut, Fendi mengaitkan peningkatan kualitas guru dengan kebutuhan pembangunan Kota Batam. Upaya pemerintah kota dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. “Ketika pemerintah kota terus berupaya mendatangkan investasi dan memperkuat perekonomian, kita juga harus memastikan bahwa SDM kita siap mengambil peluang tersebut. Pendidikan memiliki peran penting, dan guru menjadi salah satu ujung tombak dalam menyiapkan kualitas SDM masa depan,” katanya.
Sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Fendi berharap kegiatan pengembangan karier pendidik dan tenaga kependidikan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi menghasilkan peningkatan kualitas pembelajaran yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik. Ia menilai kolaborasi antarguru, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan metode mengajar secara berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat kemampuan dasar siswa sekaligus mempersiapkan generasi Batam menghadapi perubahan teknologi dan tantangan masa depan.
“Guru harus terus bertumbuh karena dunia terus berubah. Ketika guru mau belajar, beradaptasi, dan berinovasi, kita sedang membangun fondasi bagi generasi Batam yang lebih siap menghadapi masa depan,” tutup Fendi.








