
KampusTanjungpinang
Integrasikan Teknologi dan Ekonomi Biru, Prodi Bisnis Digital UMRAH Gelar Aksi Mangrove Carbon Offset
TANJUNGPINANG — Sebanyak 129 mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar aksi Mangrove Carbon Offset melalui penanaman 300 bibit mangrove di kawasan pesisir Senggarang Besar, Kota Tanjungpinang.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati International Day of Climate Action ini mengombinasikan aksi kepedulian lingkungan, pembelajaran berbasis living lab, serta pengenalan peluang bisnis berbasis ekonomi biru (blue economy).
Aksi lapangan ini merupakan bagian dari mata kuliah Ekonomi dan Bisnis Maritim yang diampu oleh tim dosen, yakni Prof. Agung Dhamar Syakti, Mirza Ayunda Pratiwi, S.E., M.Sc., Henky Irawan, S.Pi., M.P., M.Sc., dan Ahmad Bima Mahendra, S.M., M.M. Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Senggarang dan Mangrove Information Training Centre (MITC) UMRAH.
Praktik Digitalisasi Penghitungan Karbon Tak sekadar aksi fisik di lapangan, mahasiswa dibekali pemahaman saintifik dengan mengukur estimasi penyerapan karbon menggunakan Mangrove Carbon Offset Calculator (dapat diakses pada tautan kalkulator).
“Penggunaan kalkulator berbasis web ini dirancang untuk mengenalkan konsep jejak karbon (carbon footprint) secara riil. Mahasiswa diajak memahami bagaimana ekosistem pesisir berperan langsung sebagai carbon sink yang bernilai ekologis sekaligus ekonomis,” ujar Henky Irawan, S.Pi., M.P., M.Sc., salah satu dosen pengampu.
Kawasan Pesisir Sebagai Living Lab Koordinator Program Studi Bisnis Digital UMRAH, Mirza Ayunda Pratiwi, S.E., M.Sc., menegaskan pentingnya mentransformasi ruang belajar agar tidak terbatas pada laboratorium komputer semata.
“Kami mendorong mahasiswa untuk belajar langsung dari alam dan masyarakat melalui pendekatan living lab. Mereka tidak hanya diajak peka terhadap isu perubahan iklim, tetapi juga dilatih melihat bagaimana konservasi mangrove mampu dikembangkan menjadi peluang ekonomi berkelanjutan seperti ekowisata, edukasi, hingga usaha berbasis blue economy,” jelas Mirza.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Kampung ProKlim Dukungan penuh disampaikan oleh Lurah Senggarang, Edy Susanto, yang turut hadir di lokasi. Ia mengapresiasi kontribusi akademisi UMRAH dalam memperkuat Senggarang sebagai kawasan Kampung ProKlim.
“Kolaborasi ini sangat bermakna karena 300 bibit mangrove yang ditanam merupakan hasil pembibitan mandiri warga melalui Pokdarwis Senggarang. Kami berharap sinergi ini berlanjut menjadi program pendampingan yang konsisten bagi peningkatan potensi lokal dan kesadaran lingkungan,” ungkap Edy.
Melalui kegiatan ini, Prodi Bisnis Digital UMRAH turut mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Program ini menjadi bukti nyata komitmen UMRAH dalam mencetak talenta digital berwawasan maritim dan berkelanjutan.







