Lihatkepri.com, Karimun – Pemilu 2019 nanti memasuki tahapan yang paling penting, yakni pemungutan suara pada hari Rabu 17 April. Fenomena yang lazim mewarnai pemilihan umum sejak lampau adalah praktik politik uang, atau diistilahkan serangan fajar.

Spanduk Stop Serangan Fajar di Kundur

Masyarakat yang memiliki hak pilih digoda dengan sejumlah uang oleh pendukung pasangan calon tertentu yang menjadi peserta dalam pemilu. Untuk itu Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Perayun (IMP3) mengingatkan warga Kundur terutama generasi penerus agar tidak mudah terprovokasi jelang pencoblosan yang akan dilakukan Rabu (17/04/2019).

Mereka berharap tak ada serangan fajar pada pemilu nanti. Kalau ada, IMP3 mengimbau untuk diabaikan. “Harapannya pemilu nanti bisa berlangsung lancar, sukses dan menghasilkan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya daerah Kundur agar terhindar dari budaya kurang yang sehat ini,” ujar Edo saat memasang spanduk di Jalan Perayun Kamis (25/01/2019).

Soal serangan fajar, Edo Firdhayandi selaku ketua IMP3 ini berharap aksi tersebut tak sampai terjadi di Kundur. Kalaupun ada kami akan meminimalisir hal itu.

“Mudah-mudahan tidak ada serangan fajar. Kalau ada, kami akan menahannya, salah satunya dengan upaya ini dulu. Yakni spanduk seruan tolak serangan fajar kita pasang dan nantinya akan kita sosialisasikan bersama teman-teman lain,” katanya.

Kendati demikian, masih saja ada terjadi hal seperti ini di Indonesia. Karena budaya ini sudah mengakar sejak dulu. Sehingga perlu dilakukannya kerja sama bukan saja dari pihak mahasiswa dan tapi juga seluruh stackholder terkait pemilu nanti. (Rudi)