Lihatkepri.com, Bintan – Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, Kepala BP Kawasan Bintan M.Saleh, General Manager (GM) PT BIIE Aditya Laksamana serta unsur terkait lainnya terlihat meninjau proses aktivitas pemuatan 3.442 mobil mewah dan alat berat yang ditelah selesai difumigasi di kawasan PT BIIE Lobam, Jum’at (11/1) siang.

Bupati Bintan Tinjau Proyek Fumigasi Mobil Lobam

Peninjauan tersebut dilakukan sebelum muatan mobil tersebut akan diberangkatkan kembali ke negara Australia yang menjadi tujuan akhir. Usai meninjau kegiatan tersebut, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menuturkan bahwa kegiatan tersebut sangatlah bermanfaat serta sangat dibutuhkan bagi menyerap kebutuhan tenaga kerja yang diinginkan masyarakat.

“Iklim investasi ini harus kita dukung dan kita sambut baik, tadi saya berbincang dan berdialog dengan para pekerja yang rata-rata masyarakat Bintan, perhari nya upah dibayar 600-700 ribu rupiah hanya untuk turunkan dan naikan mobil, pastinya ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka ” ujarnya singkat

Ia juga menyayangkan adanya isu perihal fumigasi mobil yang membawa dampak buruk bagi lingkungan. Menurutnya, hal tersebut tentunya sudah diantisipasi oleh leading sektor terkait lainnya. Apalagi, proses fumigasi juga dilakukan di kawasan PT BIIE Lobam dalam ruangan tertutup dan jauh dari kawasan permukiman.

“Tentunya kita sangat menyayangkan isu tersebut, padahal bicara dampak lingkungan kita tentunya tidak bisa hanya berandai-andai. Namun bagaimanapun, kita sudah minta agar dinas terkait lainnya mampu melakukan proses sosialisasi aktivitas ini kepada masyarakat sekitar ” ujarnya

Sementara itu, General Manager (GM) PT BIIE Aditya Laksamana menuturkan bahwa kegiatan fumigasi ini , menjadi trend yang baik bagi iklim industri di Bintan. Apalagi, untuk melakukan kegiatan ini mereka harus bersaing dan berkompetisi dengan negara lain seperti China, Singapore dan Malaysia.

” proses fumigasi ini sebagai salah satu syarat yang diinginkan oleh negara Australia, dan ini tidak gampang karena kita harus bersaing dengan negara China, Singapore dan Malaysia. Tentunya kita harus berbangga, bahwa Bintan mampu sejajar dengan negara-negara tersebut ” ujarnya, dilansir Media Centre Bintan

Beberapa pekerja yang ditemui juga sangat gembira, dimana meskipun proyek ini bersifat sementara (part time), sedikitnya mampu mempekerjakan ratusan warga Bintan dengan memberikan upah kepada pekerja yang cukup tinggi.

” kerjanya enak bahkan gampang apalagi digaji dengan tinggi , perhari dibayar 650 ribu rupiah dan sudah ditanggung mes dan makan, minum ” ujar Suhadi, 56 Tahun warga Tanjung Uban – Kampung Baru.