Kepemimpinan Wakil Rektor I Universitas Karimun

Gaya kepemimpinan dalam suatu organisasi dan perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuannya. Herujito (2005 :7) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah (leadership styles) merupakan cara yang diambil seseorang dalam rangka mempraktekkan kepemimpinanannya. Gaya kepemimpinan bukan suatu bakat, sehingga dapat dipelajari dan dipraktekkan dan dalam penerapannya harus disesuaikan dengan situasi yang dihadapi.

Pakar kepemimpinan menyatakan bahwa gaya kepemimpinan merupakan perilaku pimpinan terhadap pengikutnya, atau cara yang dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi para pengikutnya (Trimo 2005 :9) Sementara itu Hersey (2002 :3) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola-pola perilaku konsisten yang diterapkan dalam bekerja. lebih lanjut Suradinata (2007 :4) menyatakan bahwa untuk mengetahui lebih dalam tentang gaya kepemimpinan maka terlebih dahulu harus diketahui perbedaan antara pemimpin dan kepemimpinan.

Pemimpin adalah orang yang memimpin suatu kelompok (dua orang atau lebih) baik pada suatu organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Secara konseptual Siagian (2005 :11) menyatakan mengenai adanya tiga penekanan gaya kepemimpinan dalam mengelola suatu organisasi, yaitu

  1. Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang situasional dalam menerapkan berbagai macam gaya kepemimpinan seperti gaya otokratik, paternalistik, laissez laire, demokratik dan kharismatik.
  2. Gaya kepemimpinan yang tepat ditentukan oleh tingkat kedewasaan atau kematangan para anggota organisas.
  3. Peranan apa yang diharapkan dapat dimainkan oleh para pemimpin dalam organisasi dan perusahaan.
  • Pemimpin ” menurut pandangan kuno dan modern Menurut pandangan kepemimpinan kuno, yang dipilih sebagai pemimpin ialah orang yang memiliki segala kelebihan dari orang-orang yang lain,
  • Sistem Pemerintahan Otoriter orang yang terkuat, paling pemberani, terpandai, dan sebagainya dan juga dianggap orang yang terpandai tentang segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kebutuhan kelompok, dan pemimpin itu sendiri harus pandai melakukannya.

Di zaman modern seperti sekarang ini, tidak mungkin lagi seorang kepala atau pemimpin menjalankan semua peranan yang diperlukan oleh kelompoknya. Jadi, persamaannya antara pemimpin dahulu dan sekarang ini adalah mereka bersama-sama memenuhi kebutuhan kelompok. Tugas seorang pemimpin antara lain:

  1. Menyelami kebutuhan-kebutuhan kelompoknya dan keinginan kelompoknya
  2. Dari keinginan-keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai
  3. Meyakinkan kelompoknya mengenai apa-apa yang menjadi kehendak mereka,mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan
  4. Menemukan jalan yang dapat ditempuh untuk mencapai/mewujudkan kehendak-kehendak tersebut

Peranan seorang Pemimpin Seorang ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa peranan seorang pemimpin yang baik dapat disimpulkan menjadi 13 macam, yaitu:

  1. Sebagai pelaksana (executive)
  2. .Sebagai perencana (planner)
  3. Sebagai seorang ahli (expert)
  4. Mewakili kelompok dalam tindakannya ke luar (external group representative)
  5. Mengawasi hubungan antar anggota kelompok (controller of internal relationship)
  6. Bertindak sebagai pemberi ganjaran/pujian dan hukuman (purveyor of rewardsand punishments)
  7. Bertindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator)
  8. Merupakan bagian dari kelompok (exemplar)
  9. Merupakan lambang kelompok (symbol of the group)
  10. Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya (surrogete or individualresponsibility) 11.Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (ideologist)
  11. Bertindak sebagai seorang ayah (father figure)
  12. Sebagai “kambing hitam” (scape goat)

Dari penjelasan di atas tentang gaya kepemimpinan saya bermaksud menulis gaya kepemimpinan Wakil Rector I Universitas Karimun Bapak Siad Nuwrun T,S.Ikom.,M.Si. gaya kepemimpinannya yaitu dengan strategi pendekatan sumberdaya manusia yang ada disetiap unit dan teknis pembinaan peningkatan mutu kualitas kinerja unit terkait, motivasi dosen dan tenaga pendidikan  dalam upaya pengembangan kinerja, yang berpedoman pada pengembangan inovasi di setiap unit.

Wakil Ketua Rector I dikenal dengan kepemimpinannya otoriter, meski sebagian orang tidak suka dengan gaya kepemimpinan otoriternya Untuk tercapainya tujuan demi perkembangan Kampus Universitas Karimun dan masyarakat banyak apapun tanggapan dan penilaian mereka bukan hal baru lagi baginya.

Dalam tulisan ini Ia mengatakan menjadi pimpinan harus memiliki tujuan, harus berani bertanggung jawab, harus berani mengambil resiko, harus berani bekorban untuk anak luar, agar tidak menjadi seorang pemimpin dayus. Tegas yang bukan asal-asalan sesuai dengan dasar-dasar dan undang-undang peraturan mentrik, kemenristek, apa yang dibutuhkan Dosen dan Mahasiswa.

Ditulis Oleh : Bambang Irawan

Baca Juga Informasi Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: