Festival Samudera Aksara Pamerkan Produk Industri Kreatif

Lihatkepri.com, Tanjungpinang – Festival Samudera Aksara Pamerkan Produk Industri Kreatif, Kali pertama Kota Tanjungpinang dipilih dan dipercaya oleh Badan Ekonomi Kreatif RI menyelenggarakan program IKKON (Inovasi dan Kreatif untuk Kolaborasi Nasional).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang yang memang menaungi bidang Ekonomi Kreatif, menjadi leading pelakanaan program baru Bekraf RI tersebut. Melalui program IKKON, pemerintah pusat melalui Bekraf mengirimkan tenaga-tenaga ahli dari 16 sub sektor ekonomi kreatif.

Dari rangkaian kegiatan pendampingan dan pembinaan yang dilaksanakan, puncaknya adalah diselenggarakannya Pekan Aksi Ekonomi  Kreatif, sebuah even pameran produk-produk unggulan yang sudah diciptakan bersama para kolaborator pelaku ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang.

Pekan Aksi Ekonomi Kreatif dengan tema Festival Samudera Aksara dilaksanakan pada tanggal 8 s.d 10 November 2019 di pelataran Gedung Gonggong. Turut serta ambil bagian, Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang memberikan wadah promosi kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah di Kota Tanjungpinang.

Beragam produk unggulan yang ditampilkan diantaranya batik gonggong, tanjak, songkok, kerajinan limbah plastik, miniatur kapal, tas rajut yang dihasilkan warga binaan rutan kelas I Tanjungpinang, kaos kacel, olahan limbah kayu pallet, gantungan kunci gonggong.

Dan sudah menjadi bagian kerjasama Dekranasda dan SLB, pengujung stand disuguhkan dan diberi kesempatan untuk belajar mencanting batik tulis yang dipandu langsung oleh adik-adik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang.

Ketua Dekranasda Tanjungpinang, Juwariyah Syahrul, menilai even-even bazar seperti ini perlu untuk terus dilaksanakan agar para pelaku usaha kreatif diberikan kesempatan menunjukkan dan memamerkan hasil karya mereka.

“Senang bisa berkolaborasi dan bersinergi bersama anak-anak luar yang luar biasa dari SLB karena mampu mencontohkan semangat entrepreneurship/ kewirausahaan sejak dini tanpa ada rasa canggung dan merasa kekurangan. Banyak diantara pengunjung yang turut mencoba belajar cara proses mencanting batik,” ujarnya

Kepala bidang perindustrian, Syarifah Zairina, yang turut mendampingi Ketua Dekranasda dalam sesi mengunjungi stand-stand pameran, mengutarakan bahwa pelaku industri kecil dan menengah yang ada di Kota Tanjungpinang cukup beragam dan kaya akan kreatifitas.

“Kalo bukan kita yang menggunakan dan bangga menggunakan produk-produk lokal buatan IKM kita, maka siapa lagi yang akan bangga dan membeli. Produk IKM Tanjungpinang tak kalah bagus dan berkualitas serta memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan dipromosikan dalam even-even promosi ditingkat yang lebih tinggi,” ujarnya

 

Sumber : Disperdagin Tanjungpinang

Baca Juga Informasi Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: