Pelatihan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship

Lihatkepri.com, Tanjungpianng – Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tanjungpinang hari Selasa, tanggal 17 September 2019 mengikuti Pelatihan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship di Kalangan Kaum Milenial yang diadakan di Ruang A.9 Fakultas Ekonomi UMRAH Senggarang.

PKM Tahun 2019

Kegiatan pelatihan ini diprakarsai oleh 2 (dua) orang Dosen FE.UMRAH, Akhirman.S.Sos.MM dan Hj.Iranita,SE.M.Si sebagai pemateri berkaitan dengan Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2019.

Akhirman, menjelaskan pentingnya kegiatan berkaitan dengan bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship kepada Kaum Milenial mereka yang berumur antara 15 hingga 35 tahun yang didalamnya juga terdapat mahasiswa mereka yang aktif belajar di Perguruan Tinggi.

Di pilihnya pembahasan ini, karena keprihatinan kami terhadap kondisi ekonomi nasional khususnya pertumbuhan ekonomi yang baru mampu tumbuh 4,6 % pada tahun 2019 ini, setelah anjlok pada angka 2,02% tahun 2017 yang lalu, sementara Lima tahun yang lalu atau tahun 2014 pertumbuhan ekonomi Kepri pada angka 6,6% peringkat Satu Sesumatera.

“Generasi muda saat ini khususnya kaum Milenial, banyak yang mencoba memulai usaha namun sering menemui kegagalan dengan berbagai alasan sebenarnya karena kurang menjiwai saja pekerjaan bisnisnya,” ujarnya

Menurut Akhirman, materi ini dapat menjadi salah satu referensi bagi peserta pelatihan jika hendak memulai usaha. Yaitu apakah usaha yang akan dikerjakan sudah di jiwai atau tidak ? Adakah perhatian untuk melaksanakan usaha dikerjakan dengan sungguh-sungguh atau sebagai coba-coba?

Khalil Gibran seorang penyair, menyebutkan. “Bekerja adalah perwujudan rasa cinta dan kasih sayang.” Kalimat singkat penuh makna harus dapat di pahami oleh masyarakat dan kaum Milenial saat ini, bahwa bekerja ternyata karena ada sesuatu harapan, dan memberi harapan kepada orang terdekat dengan mengorbankan waktu, tenaga, material.

Untuk membuktikan bentuk rasa cinta dan kasih sayang pada mereka yang dijaga dan dilindungi setiap hari. Contoh saja orang Tua terhadap istri dan anak-anaknya, apakah seorang ibuk terhadap anak-anaknya atau apakah anak-anak terhadap ayah dan ibunya

Feter F.Drucker, menjelaskan bahwa Kewirausahaan adalah sebuah kemampuan untuk membuat sesuatu yang baru dan berbeda. Bagaimana dapat membuat sesuatu yang baru dan berbeda berhasil jika apa yang dikerjakan belum dijiwai.

“Seorang entrepreneur yang ingin berhasil haruslah punya karakter atau memiliki karakter berikut ini, yaitu : Energik (semangat), Modern ( berfikir dan ber karya kekinian), Aktual (tidak ketinggalan), Natural (baru, murni, bukan menciplak), Smart (pintar, cerdas), Urgent (penting bagi banyak orang), Humanity (bermanfaat bagi banyak orang), Empaty (memiliki rasa peduli pada sesama), Rasional (sesuatu yang dapat diterima orang banyak), Motivator (penggerak banyak orang), Antisipatif (jauh dari kekurangan/selalu ada), Need (hadirlah sebagai orang yang diperlukan, orang yang dibutuhkan),” menurut Akhirman

Pelatihan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship

Terahir, Akhirman berpesan kepada peserta mahasiswa bagian dari kaum milenial harus memanfaatkan umur bertambahnya umur sebaiknya lebih kreatif untuk hidup lebih produktif. Usia mahasiswa pada semester Tiga sudah berumur 20-21 tahun, penghasilan biaya hidup masih dari orang tua, sementara ada yang berusia 12-15 tahun sudah memiliki penghasilan ekonomis Rp 1.5 juta hingga Rp 2 juta. Artinya dari usia muda sudah berkarya hingga memuliki penghasilan.

“Semoga pelatihan ini memberikan penghayatan pada yang sudah punya usaha bisnis, untuk lebih mantap menghadapi saingan, dan mengingatkan pada yang ingin memulai usaha bisnis untuk benar-benar menjiwai terlebih dahulu rencana bisnisnya agar dapat meminimalisir resiko yang di alami,” ujarnya

Selanjutnya, Hj.Iranita,SE.M.Si.. menyatakan saat ini banyak peluang yang dapat ditangkap dengan memanfaatkan Tekhnologi 4.0 semuanya serba mudah untuk menerima dan memberi akses tentang apa yang anda miliki dan akan di bisniskan kepada orang lain. Selama ini kaum milenial belum memaksimalkan pemanfaatan tekhnologi yang dimiliki untuk yang lebih produktif.

Adapun peserta pada pelatihan ini berasal dari Mahasiswa Fakultas Ekonomi dari Jurusan Manajemen dan Akuntansi, Mahasiswa FIKP UMRAH, Mahasiswa Fakultas Teknik UMRAH, Mahasiswa Poltekes Tanjung Pinang.

Silahkan Download
Baca Juga Informasi Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: