Orang Tua Harus Bijak Menyikapi Kemajuan Teknologi

Lihatkepri.com, Natuna – Orang Tua Harus Bijak Menyikapi Kemajuan Teknologi dalam hal ini keberadaan Wi-Fi gratis yang dipasang dibeberapa tempat di wilayah kota Ranai Kabupaten Natuna telah menjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat.

Kancah Opini Pagi Hari

Melihat hal itu, muncul beberapa tanggapan dari masyarakat untuk pemerintah bahwa keberadaan layanan Wi-Fi gratis tersebut harus di batasi atau diblokir penggunaanya.

Keberadaan Wi-Fi gratis tersebut membuat beberapa masyarakat merasa prihatin terhadap anak-anak yang tiap malam nongkrong di area-area tersebut, dikhawatirkan akan melakukan aktifitas yang tidak diinginkan seperti mengakses situs porno dan game online sehingga akan merusak perkembangan anak dan juga kurangnya minat belajar pada anak.

Komisioner Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Natuna Novinia mengatakan di acara KOPI PAGI RRI Ranai edisi Jum’at (05/07) bahwa setiap orang tua harus bijak menyikapi kemajuan teknologi. Sebagai orang tua dituntut untuk menjadi orang tua yang cerdas, artinya juga harus dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi tersebut.

“Kita harus dapat memanfaatkan teknologi informasi ini untuk kesejahteraan masyarakat. Kemajuan teknologi ini dapat dijadikan alat untuk mewujudkan bangsa yang cerdas, yang dimulai dari anak-anak yang merupakan masa depan bangsa,” ujarnya, dilansir dari laman Kominfo Natuna.

Selama ini KPPAD telah melihat dari kasus-kasus yang terjadi terutama yang berkaitan dengan anak memang asal muasalnya karena anak terpapar oleh konten negatif atau pornografi. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Pusat telah mencatat, di tahun 2014 korban fornografi online sebesar 28%, pornografi anak online 21%, prostitusi anak online 20%, objek CD porno 15%, dan korban kekerasan seksual online sebesar 16%.

Dari data tersebut memang sangat memperhatikan, namun menurut KPPAD Natuna, memblokir sarana prasarana umum seperti Wi-Fi gratis untuk mencegah semua itu bukan merupakan sebuah solusi.

“Memblokir Wi-Fi sebagai sarana umum bukan sebuah solusi atau pemecahan masalah. Disini kami ingin mengajak keluarga khususnya orang tua untuk lebih berperan aktif, tidak menyalahkan sarana umum, kemajuan teknologi yang sudah ada tetapi bagaimana kita memancing mereka untuk lebih aktif untuk mengawasi anak-anak mereka. Kita juga harus melihat dampak positif dari internet, tidak bisa melihat dampak negatifnya saja” ujarnya.

Menyikapi permasalahan kurangnya minat belajar siswa akibat adanya fasilitas Wi-Fi gratis tersebut, Novinia mengatakan bahwa KPPAD melihat selama ini pihak lembaga sekolah khususnya di Natuna fokus pada pengajaran High Skill seperti cara menyalakan dan mematikan komputer, cara membuat email dan sebagainya.

Menurutnya, solusi kedepannya pihak sekolah juga harus mengajarkan Soft Skill, yaitu bagaimana memilah konten positif yang bermanfaat dan bagaimana memilah konten negatif yang yang tidak bermanfaat. Dan harusnya sudah masuk dalam program pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan di Kabupaten Natuna.

Pada kesempatan yang sama, Nasria mengatakan bahwa terkait dengan Internet Lancar Siswa Malas Belajar, di satu sisi memang ada benarnya karena memang ada beberapa dari siswa yang memang berkelakuan seperti itu. Namun disisi lainnya juga ada siswa yang memang benar-benar menggunakan fasilitas internet gratis tersebut untuk mencari tugas.

“Ketika kita berbicara pembinaan anak terhadap Ilmu Teknologi, disisi lain memang kita mengharapkan ada kemandirian dalam belajar tanpa dibimbing guru, dan juga kita mengharapkan anak ini berprilaku baik dalam menggunakan Ilmu Teknologi. Konteks ini memang serba salah, oleh karena itu kita sangat mengharapkan kerjasama orang tua” terang Nasria.

Nasria juga menambahkan, sikap orang tua yang bijak terhadap anak dalam menggunakan Android juga harus ditanamkan bagi setiap orang tua.

“Ketika anak dibebaskan dalam penggunaan handphone meskipun ia berada di rumah, namun melalui handphone anak tersebut dapat kemana dengan akses internet,” ujarnya

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: