Membanggunkan Kesadaran Merawat Lingkungan Hidup

Pada hakikatnya manusia dan lingkungan hidup (alam) tidak bisa dipisahkan karena manusia dan lingkungan layaknya seperti suami dan istri, saling menjaga dan melengkapi. Sama-sama kita ketahui alam yang terhampar luas ini merupakan rumah tempat tinggal seluruh makhluk hidup untuk menjaga ekistensi keberlangsungan kehidupannya. Oleh karena itu, menjadi sebuah kewajiban yang tidak bisa ditoleransi kepada seluruh manusia untuk menjaga dan melestarikan keasrian semesta yang dipersembahkan kepada ummat manusia.

Untuk terciptanya lingkungan yang sehat, bersih dan bisa bersahabat dengan manusi tentu harus ada upaya yang dilakukan oleh manusia, dan dibantu oleh kehadiran negara sebagai pasilitatornya. Sehingga keasrian alam atau lingkungan hidup tidak lagi dijamah oleh manusia secara brutal.

Selama ini kita sangat sering melihat keradikalan segelintir manusia berdasi dengan begitu arogannya memangkas habis perbukitan serta tanpa ampun menggunduli gunung-gunnung yang hijau. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas dilindungi oleh negara. Tidak hanya perbukitan dan gunung tetapi di laut kita juga acap kali terjadi penangkapan ikan dengan melakukan peledakan Bom dan benda-benda yang dilarang lainnya. Alhasil terumbu karang sebagai tempat tinggalnya ikan hancur luluh lantah. Namun tidak sampai disitu pembuangan sampah pula dilakukan secara sembarangan terus menuerus, hal itu sering terjadi kita saksikan di kawasan darat maupun di laut, tentu ini juga akan memunculkan masalah baru, sementara masalah-masalah urgen lainnya belum teratasi.

Maka menjadi penting bagi ummat manusia untuk menumbuh kembangkan kesadaran terhadap sesama agar lebih menjaga lingkungan hidup guna untuk memprolek kesehatan dan kelestarian lingkungan disekitar kita. Selain itu harus ada pula produk kebijakan yang berkekuatan hukum yang harus dilahirkan oleh pemerintah, supaya lingkungan disekitar kita bisa bersahabat dengan manusia seperti yang kita harapkan. Karena mengabaikan lingkungan hidup akan menyebabkan masalah besar bagi suatu negara. Terlebih negara kita sebagai negara maritim dengan pesona alam dan lautnya yang begitu indah, tentu saja keindahan alam dan kekayaan yang terkandung di dalamnya akan rusak dan terkikis habis.

Selain merusak keasrian hakiki alam dan mengkikis kekayaan yang ada di rahim alam kita, juga akan merusak ekosistem di dasar laut dan mencederai keasrian daratannya. Tidak  berhenti hanya sampai disitu, pencemaran dan kerusakan yang terjadi di laut akan berdampak kebanyak lini. Salah satu dampak yang terjadi secara spontan adalah berimbas kepada kehidupan para nelayan, sebab laut adalah mata pencarian utama bagi mereka. Maka kerusakan yang terjadi di laut akan mengurangi hasil tangkapan mereka dan berujung kepada penurunan ekonomi bagi kelompok para nelayan.

Kompleksnya masalah lingkungan yang terjadi bila terus menerus diabaikan mengingatkan penulis untuk menuliskan kembali peristiwa-peristiwa besar yang terjadi akibat dari kecerobohan ummat manusia yang mengabaikan ekologi lingkungan hidup. Setidaknya ada beberapa memory pilu amukan atau terjangan alam yang terjadi di negara kita. Dimana peristiwa tersebut tidak hanya sekedar kerusakan lingkungan melainkan menelan korban jiwa yang cukup tragis.

Antar lain peristiwa itu adalah terjadinya tanah longsor yang terjadi di dukuh tingkil, jawa timur di bulan april tahun 2017 lalu, peristiwa tersebut memakan korban jiwa dan mengubur puluhan rumah warga. Selain itu di tahun 2018 juga sempat terjadi amukan alam yang lebih dahsyat, setidaknya pada tahun 2018 ada lebih dari lima bencana alam yang cukup besar menimpa tanah air kita, sejumlah peristiwa itu terjadi gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi hingga phenomena likuifaksi.

Jika melihat dari sudut pandang agama islam, maka peristiwa-peristiwa bencana alam seperti ini adalah karena ulah kelakuan tangan manusia sendiri. Seperti halnya telah disebutka di dalam Al-Qur’an “ Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh tangan manusia. Allah menghendaki sebagian dari (Akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). (Al-Qur’an, Surat Ar-Rum Ayat 41).

Dalil di atas semakin memperkuat argumentasi di dalam tulisan ini bahwa, bahwa manusia dengan alam tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus saling melengkapi dan menjaga. Namun sering kali manusia lupa mempertimbangkan akibat dari perbuatannya akibat ketamakannya sendiri sehingga lupa terhadap masalah di masa mendatang. Oleh karena itulah kesadaran untuk memelihara alam sebagai tempat tinggal kita harus di tanam dan di pupuk sesubur mungkin supaya tidak lagi melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri.

Melestarikan lingkungan hidup harus dimulai sesegeraa mungkin, dan tahapan awalyang sangat relevan untuk memulai itu harus dilakukan pendidikan lingkungan di dalam rumah tangga kita supaya menumbuhkan kesadaran yang tinggi dan kepekaan yang optimal untuk menjaga lingkungan hidup yang sudah di titipkan tuhan kepada kita ummat manusia.

 

Ditulis Oleh: Irwansyah Ketua DPW Lembaga Konserpasi Lingkungan Hidup (LKLH) Kepulauan Riau

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: