Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemilu Serentak 2019, Ini Saran HMI

Pemilu serentak 2019 tinggal hitungan hari, penyelenggara pemilu baik Bawaslu maupun KPU sudah melakukan upaya maksimal untuk tercapainya pemilihan umum yang demokratis dengan berpegang teguh pada prinsip “lubesjuldil” (langsung, umum, bebas, rahasira, jujur, dan adil).

M. Arifin

Dalam Rangka mewujudkan prinsip dasar langsung, umum, bebas, rahasira, jujur, dan adil pada pemilihan umum serentak 2019 maka menuntut keterlibtan kerjasama yang baik dan lebih masif oleh semua kalangan termasuk pemerintah daerah.

Salah satu isu utama yang menjadi point penting dalam kajian pemilu serentak 2019 adalah upaya peningkatan partisipasi pemilih. Hal ini didasari pada data kuantitatif minimnya partisipasi pemilu 2014 baik pemilihan legislatif (pileg) ataupun pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres).

Mengacu pada data tahun 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak angka partisipasi pemilu seperti pembentukan Relawan Demokrasi yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.

Terlepas dari Upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu serentak 2019, tentu masih perlu dukungan dari semua kalangan masyarakat.

Melaui Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan, Arifin mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum sangat penting karna partisipasi pemilih, merupakan salah satu tolak ukur kualitas pemilu yang demokratis.

Arifin juga mengungkapkan, masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya memang tidak ada hukum yang melarang secara jelas dan tidak ada konsikunesi hukum dalam negara yang akan menjerat apabila golput atau tidak menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara. Tetapi sebagai bukti anak bangsa yang memiliki rasa tanggungjawab untuk kepentingan kemajuan bangsa dan negara serta rasa kepedulian yang lebih untuk melakukan perubahan 5 tahun kedepan, maka hak yang sudah diberikan untuk menjadi penentu perubahan tersebut harusnya dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Tidak terlepas dari itu, masih banyaknya masyarakat yang tidak menyalurkan hak suranya atau golput disebabkan berbagai macam alasan. Salah satu alasan yang berkembang dikalangan masyarakat yakni timbulnya kekecewaan terhadap kepala daerah dan wakil rakyat atau mereka yang berada di lembaga legislatif ataupun eksekutif akibat budaya koruptif yang terus bertumbuh kembang.

Oleh karena itu, menghadirkan pemimpin yang amanah merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi kasus ini. Sementara itu Arifin menanggapi kasus ini, untuk menghadirkan pemimpin yang tidak mengecewakan atau sesuai yang diinginkan masyarakat adalah dengan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, dengan cara “melakukan apa maunya Allah agar Allah tunaikan maunya kita”. Kalau mau minta pemimpin yang amanah, mendekatlah kepada penguasa pemberi pemimpin amanah, pungkasnya.

Sementara langkah yang paling kongrit yang bisa dilakuakan untuk menjawab bagaimana upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu serentank 2019 dan upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt,

Arifin menawarkan kepada seluruh Kepala Daerah Apakah itu Gubernur, Bupati ataupun Wali Kota untuk memanfaatkan Tempat Ibadah khususnya masjid pada pagi hari setelah solat subuh untuk disemarakan kegiatan keagamaan layaknya peringatan hari raya ‘Idul Fitri. Jadi menjelang jam 07.00 pagi (sebelum pencoblosan dimulai) seluruh masjid melakukan zikir bersama, ceramah agama dan kegiatan-kegiatan lain agar jamaah masjid tidak lagi pulang kerumah yang berpotensi tidur, berpotensi jalan-jalan keluarga hingga tidak hadir ke TPS karena tidak ada yang dianggap penting pada saat itu dan tidak hidupnya suasana perayaan demokrasi.

Ketua Umum HMI berkeyakinan ketika pesta demokrasi, pemilu serentak 2019 disemarakan layaknya peringatan hari Raya Idul Fitri bukan saja mendorong partisipasi masyarakat untuk memilih, tetapi Insya Allah dengan berpedoman kepada Al-Qur’an kalau penduduk negeri beriman dan bertaqwa maka keberkahan dari langit dan dari bumi pasti Allah akan berikan, apalagi hanya meminta wujudnya pemimpin yang amanah itu tentu mudah bagi Allah Swt.

Oleh karena itu Pejabat pemangku kepentingan tinggal tanda tangan printahkan seluruh tempat Ibadah khususnya masjid untuk hidupkan suasana atau kegiatan keagamaan yang dapat mendorong partisipasi pemilih pada hari Rabu 17 April 2019 menjelang jam 07:00 pagi.

Ditulis Oleh : M. Arifin (Ketum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan)

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: