Moon Cake Festival Disambut Antusias Masyarakat dan Wisman

Lihatkepri.com, Tanjungpinang – Moon Cake Festival di Jalan Merdeka Kota Lama Tanjungpinang, Sabtu (22/9/18) berlangsung sukses. Festival yang ditaja oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang ini mampu pikat hati ribuan masyarakat, tak hanya warga Tanjungpinang, Batam dan Bintan, bahkan Wisman Singapore dan Malaysia ikut menyaksikan keragaman budaya yang ada di Kota Gurindam ini.

Moon Cake Festival Disambut Antusias Masyarakat dan Wisman

Diantara ribuan warga yang menyaksikan festival itu, tampak hadir Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd, Wakil Wali Kota, Hj. Rahmah, S. IP, Tim Kemenpar RI, serta sejumlah Pejabat Pemko Tanjungpinang.

Acara yang dikemas dengan perpaduan budaya Tionghoa dan melayu ini benar-benar disambut antusias ribuan warga. Sekitar 700 kursi yang disediakan terisi penuh. Penonton terus saja berdatangan untuk menyaksikan festival ini,

“Penonton membludak, tak hanya warga Tanjungpinang, Batam, dan Bintan. Bahkan Wisman dari Singapore dan Malaysia ikut menyaksikan event budaya tahunan di Kota Tanjungpinang ini “, ujar Maswito selaku Ketua Panitia MCF.

Untuk itu, Maswito mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas kerjasamanya dan dukungannya sehingga kegiatan moon cake festival berjalan sesuai rencana.

“Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang luput dati kesalahan. Karena itu, melalui tulisan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya demi kebaikan selanjutnya “,tutupnya mengucapkan salam.

Moon cake festival yang dikemas sangat apik ini diisi dengan berbagai antraksi dari Tionghoa dan Melayu seperti barongsai, naga, band, dance, tari, pembacaan Gurindam 12, puisi, dan lainnya.

Dalam festival ini, tampak dua tokoh masyarakat Tionghoa Bobby Jayanto tampil dengan puisi ciptaannya berjudul nahkoda. Sedangkan Fengki Fesianto menyumbangkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu berjudul “lancang kuning”.

Suasana malam itu, betul betul ceria dan masyarakat tumpah ruah, tak hanya masyarakat Tionghoa tapi masyarakat Melayu. ” Ini kejutan bagi kami. Kami terasa bernostalgia kembali dengan masa lalu “, kata tokoh masyarakat Tionghoa Boby Jayanto dan Antoni. (Dinas Kominfo Tanjungpinang).

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: