Jadilah Energy Untuk Orang Lain

Sepenggal tulisan ini mungkin tidak berarti bagi banyak orang jika dibaca hanya judulnya saja. Alangkah baiknya anda membaca hingga akhir. Energy mungkin hanya diketahui ada korelasinya dengan Listrik, Bahan Bakar, Gas Bumi fungsinya sebagai “Penggerak, Pendorong”. Berupa mesin.

Akhirman.S.Sos,.MM (Dosen FE. UMRAH)

Dari literatur yang pernah saya baca “energy” saat ini bukan hanya berarti menggerakan, mendorong, tapi juga dapat berarti menarik, mengajak, karena fungsinya bagaimana memperoleh hasil atau manfaat decara pribadi dan orang lain.

Bangsa ini butuh energy yang banyak. Selain energy tenaga Listrik, Minyak dan Gas juga energy yang berasal dari tenaga manusia, pemikiran, konsep, gagasan yang bersumber dari manusia untuk menjadikan SDA, SDM Negara yang disebut kaya ini menjadi SDB ( Sumber Daya Buatan).

Negara ini masih butuh energy dari seorang pemimpin kepala negara dan kepala pemerintahan yang memiliki kemampuan. Kemampuan Manajerial. Kemampuan Humanity. Kemampuan Tekhnical.

Negara ini butuh pemimpin yang benar-benar mampu mengelola ratusan juta penduduk (SDM), mengelola Sumber Daya Alam (SDA) serta kemampuan mengelola minat, bakat, jutaan masyarakat agar menjadi suatu kemampuan tekhnik profesional spesifikasi dan memiliki kompetens untuk mengasilkan barang dan jasa (SDB) untuk kebutuhan pribadi, keluarga, masyarakat, negara sendiri dan kebutuhan negara lainnya.

Ribut-ribut soal impor pangan dalam minggu ini menunjukkan kemampuan bangsa ini yang harus kita akui karena lemahnya manajerial pemerintah, merencanakan, menggerakan dan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap data ketersediaan, data kebutuhan, serta keputusan apa yang harus di buat melalui koordinasi antar lembaga.

Lemahnya kemampuan untuk menjadi penggerak anak bangsa ini melakukan sesuatu, kita akui bekerja sendiri tanpa melibatkan banyak orang khususnya negara berkembang seperti Indonesia hanya akan melahirkan ketimpangan. Ketimpangan antara pemvangunan infrastruktur dengan humanities (masyarakat) terdapat banyak pengangguran dimana-mana).

Lemahnya kemampuan mendorong, mengajak, menarik masyarakat banyak untuk menghasilkan sesuatu berkaitandengan kemampuan masyarakat banyak mengolah SDA untuk menjadi SDB. Jika jutaan masyarakat pada berkarya kita yakin negara ini akan mampu memenuhi kebutuhan untuk masyarakatnya sendiri seperti terhadap kebutuhan “Pangan” bahkan kita akan menjadi negara ekspor pangan ke negara tetangga seperti Singapura.

Semoga tulisan singkat ini benar-benar menjadi energy hari ini bagi kita untuk merobah Indonesia menjadi lebih mandiri.

Oleh :  Akhirman

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: