Langkah Cepat Dinas Pendidikan Tanjungpinang Atasi Kekurangan Guru

Lihatkepri.com, Tanjungpinang –  Langkah Cepat Dinas Pendidikan Tanjungpinang Atasi Kekurangan Guru utamanya adalah guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah menengah Pertama (SMP), Hal tersebut diungkapkan Dadang AG ketika ditemui di Kantornya, Kamis, (09//08/18)

Dinas Pendidikan Tanjungpinang Atasi Kekurangan Guru

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Tanjungpinang kekurangan ratusan orang tenaga pengajar atau guru. Dirinya mengatakan, saat ini kekurangan jumlah guru di Tanjungpinang sangat banyak. Sementara Disdik sangat terbatas anggarannya untuk merekrut guru dinas.

“Untuk memenuhi kebutuhan guru, maka sekolah-sekolah menerima guru honor yang gajinya dibayar dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, karena keterbatasan penggunaan dana BOS sesuai aturan mainnya, kebutuhan guru tetap kurang,” ujarnya.

Dadang menjelaskan kekurangan guru tersebut disebabkan beberapa hal. Di antaranya karena sebagian dari mereka sudah memasuki pensiun. Ia menjelaskan lebih jauh, saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dua pekan lalu, banyak sekolah negeri yang membeludak pendaftarnya dan itu terjadi baik pada SD dan SMP. Namun yang paling parah terjadi pada SMP.

“Menyikapi hal tersebut menurutnya Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Pusat. Kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokerasi (PANRB), Pemko Tanjungpinang juga sudah mengajukan permohonan penerimaan CPNS khusus guru tersebut,” ujarnya..

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta bantuan penambahan guru honor khusus SD dan SMP kepada Pemerintah Provinsi Kepri. Sehingga setidaknya bisa terbantu memenuhi kekurangan guru. Langkah selanjutnya Pihaknya juga akan menambah jam kerja kepada para Guru yang ada, hal tersebut demi memaksimalkan penyelesaian masalah kekurangan tenaga pengajar tersebut.

Menurut Dadang mengatasi persoalan kekurangan guru itu, maka Pihaknya akan berkordinasi dengan Komite sekolah untuk menambah tenaga guru. “Pihak komite bisa menerima guru yang disebut guru komite dan gajinya digaji oleh komite”. Tutupnya.

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: