MENUJU BATAM CERDAS

Kita ketahui bahwa urbanisasi telah mendera kehidupan perkotaan di saat ini, karena semakin banyaknya penduduk desa memilih tinggal diperkotaan dari pada desanya. Semakin banyaknya penduduk semaikn banyak pula kota memerlukan energi dengan deretan kebutuhan sumber daya kota baik itu energi kesehatan, pendidikan, air dan lain-lain sebagainya. Meningkatnya penduduk menyebabkan komplisitas pengelolaan kota. Sebuah kota tidak akan lepas dari kemacetan, kecelakaan dan kebakaran.

Disinilah diperlukan inovasi sehingga persoalan tersebut bisa diatasi dengan cepat, tepat dan akurat. Dalam pengembangan tata kota, dalam perkotaan harus dirancang dengan pintar. Pada gilirannya bisa berkontribusi dalam pengelolaan pemerintah yang baik menciptakan pelayanan publik yang efektif. Maka jika hal itu jalankan dengan semaksimal mungkin dapat dikatakan bahwa kota itu merupakan kota yang di idam-idamkan oleh kota-kota lain bahkan negara.

Kota dinyatakan cerdas apabila warganya mendapat kenyamanan, keamanan, kebahagian, serta kesejahteraan. Dan membangun kota cerdas tersebut harus bisa mengolah sumber daya alam, waktu secara efesien. Dalam hal ini, ada beberapa bentuk penunjang yang harus dipertimbangkan dalam membangun kota cerdas, adapun bentuk-bentuk penunjang dalam membangun kota cerdas adalah sebagai berikut:

Sebuah kota yang akan nantinya bisa diakses dengan sangat mudah melalui smart phone setiap orang bisa mengoprasikanya. Adanya intergrasi antar energi lalu lintas, pendidikan, dan juga kesehatan maka, Nantinya masyarakat bisa menggunakan sumber daya yang seminimal mungkin dengan hasil yang maksimal. Masyarakat bisa mngetahui segela hal yang berhubungan dengan kota tersebut.

Informasi tersebut bisa dilihat dalam dari satu komando pusat, yang mana pusat pengendalian tersebut memberikan berbagai informasi mengenai kota dalam sutu website. Contohnya dari segi kesehatan, dimana masyarakat dengan mudah mengakses bantuan medis walaupun dalam keadaan terdesak Dengan sistem digitalisasi Dengan memberikan informasi kepada rumah sakit dengan smart phonenya.

Dengan adanya sistem digitalisasi juga  biasa meningkatkan pendapatan asli daerah serta memberi akses kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai tempat kuliner, tempat wisata, tepat pembelanjaan dan tempat tempat lainnya. Parameter ini akan menjadikan bagaimana kemampuan kota mengelola sehingga menjadikan masyarakat yang tinggal di perkotaan tersebut cerdas.

Selain itu bukan hanya teknologi dan hal disebutkan pada sebelumnya, tetapi harus juga menyiapkan masyarakat, menyiapkan  inflastuktur yang cukup dan juga menyiapkan tata kelola baik stuktur maupun non stuktur sehingga menjadi budaya yang baik di kota tersebut.

Dilansir Oleh : Handre Kurnia S, Jurusan Sosiologi Fisip Umrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: