Meminimalisir Resiko Terjadinya Banjir Dikota Tanjungpinang Dengan Membangun Saluran Drainase Dalam Konteks Lingkungan Cerdas

Berbicara soal kota tanjung pinang, tidak bisa dipungkiri masih terjadinya keresahan masyarakat yang ditimbulkan oleh banjir saat hujan mengguyur kota tanjungpinang. Banjir ditanjungpinang sudah bisa dikatakan meresahkan karna banjir diwilayah tertentu ditanjung pinang bisa mencapai setinggi kaca spion mobil bahkan membanjiri kerumah-rumah warga.

Apabila banjir sudah melanda sebagian wilayah ditanjungpinang maka akan mengakibatkan kemacetan arus jalan kendaraan roda dua dan roda empat karna banyak nya kendaraan yg mogok akibat terendam genangan air banjir. Rumah-rumah yang terendam banjirpun akan sangat kotor dan barang-barang yg ada didalamnya pun ikut basash bahkan merusak barang warga.

Banjir ditanjungpinang  ini tidak bisa cepat menyurut karna saluran drainase atau saluran pembuangan air yang masih belum memadai sehingga air pembuangan dari perumahan atau aliran air akibat turunnya hujan tidak terbuang secara benar seperti seharusnya. Salah satu wilayah yang sering terjadi banjir akibat turunnya hujan dalah di daerah Jl. D.I. Panjaitan, daerah ini kerap menjadi langganan banjir yg cukup tinggi saat hujan turun dengan deras.

Banjir biasa terjadi karena saluran drainase hanya tersedia disatu sisi jalan dan juga tujuan akhir dari saluran ini tidak ada sehingga saluran kecil yg sudah ada tidak dapat menampung begitu banyak air hujan yg turunditambah lagi disekitar daerah ini merupakan dataran tinggi sehingga air dari daerah-daerah lain ikut mengalir pada titik ini akibatnya air berkumpul disatu kawasan tanpa adanya saluran pembuangan yang memadai maka air akan membludak dan terjadinya banjir. Banjir bisa saja menyurut namun membutuhkan waktu lebih dari satu jam itupun bergantung dengan baik dan buruknya cuaca.

Untuk meminimalisir terjadinya banjir ini harus adanya gagasan dari pemerintah dan kesadaran masyarakat dengan membuat lubang resapan pada median jalan , karna jika median jalan hanya ditanami tumbuhan hias atau pepohonan alangkah baiknya dimultifungsikan dengan cara sebagian dari median jalan digali sedalam 2meter, sisi samping galian dibuat batu miring dan dicor dan didasar galian diberi lapisan ijuk, lalu diatasnya diberi pasir, di lapisan terakhir yaitu kerikil. Lapisan-lapisan ini dapat menyerap air yang mengalir dengan sempurna sehingga tidak ada air yang tergenang dijalan lagi.

Air yang mengalir kejalan akan dialirkan kedalam lubang melalui pipa-pipa yg diletakkan di kanstin lalu dibuat jarak 1meter yg bertuju kelubang resapan , lubang resapan tadi ditutup dengan semen, sehingga taman dimedian jalan masih bisa digunakan dengan cacra meletakkan kembali kanstin dan tumpukkan tanah diatas plat semen guna menutup lubang dan menahan gundukan tanah taman yang berada diatasnya. Maka ini yg dinamakan median jalan multifungsi selain untuk hiasan juga untuk mengatasi terjadinya banjir sehingga tidak ada lagi warga yang resah akibat banjir.

Ini salah satu gagasan yg bisa ditulis untuk membuat kota tanjungpinang ini menjadi kota yang maju tanpa adanya banjir lagi.

Apabila semua usul ini dijalankan dan barangkali strategi pembuatan drainasi ini dilakukan, maka masa depan tanjung pinang akan seperti apa yg diharapkan warga tanjungpinang. Melihat perkembngan kota tanjungpinang yang sekarang terjadi didepan mata kita, pemerintah harus segera bertindak dalam menghadapi masalah-masalah ditanjung pinang untuk membangkitkan dan memajukan lingkungan ramah dan cerdas dikota tanjung pinang ini.

Ditulis Oleh : Adea Dwiki Sya’umi , Jurusan Sosiologi Fisip Umrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: