Kabupaten Karimun “Smart City”

Kabupaten Karimun merupakan daerah yang letaknya cukup strategis karena berdekatan dengan negara-negara tetangga yaitu Singapore dan Malaysia. Sebagai daerah yang boleh dibilang cukup muda tetapi perkembangan di segala bidang cukup pesat. Kabupaten Karimun memiliki potensi daerah yang menjanjikan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya.

Suatu kota yang didefinisikan sebagai kota yang “smart” ketika ivestasi manusia, kondisi dan resiko sosial masyarakat, modal atau finansial, sumber daya energi, transfortasi, dll dikelola dengan bijak,modern, partisipatif dan terintegrasi secara berkelajutan untuk menjamin kualitas hidup yang lebih baik (caragliu, 2009).

Masa depan Kabupaten Karimun sebagai kota cerdas “Smart City”

  1. Sistem Pendidikan
    Dunia pendidikan menjadi bagian penting dari suksesnya program smart city, selain infrastruktur dan teknologi. Beberapa aplikasi pendidikan secara mandiri sudah dimiliki beberapa sekolah bahkan beberapa sekolah sudah menerapkan wifi gratis bekerjasama dengan Telkom.

    Sebagai dukungan smart city, komunitas cerdas tentunya dimulai dari pendidikan melalui siswa cerdas. Harapan smart city sebagai sebuah kota dengan semua elemen-elemen di dalamnya masuk dalam kategori cerdas, baik itu pemerintahan, pelayanan, masyarakat termasuk juga sistem pendidikan.

    Sistem pendidikan sebagai dukungan kota yang cerdas harus lebih inovatif, kreatif, edukatif dan maju. Mulai dari standar pengajaran, sarana prasarana pendidikan, inovasi sekolah kreatif dan inovasi di bidang penelitian teknologi dan sains. Sekolah harus menjadi basis teknologi informasi yang melahirkan siswa-siswi cerdas dan bermartabat.

    Tuntutan cerdas, harus dimulai dari sistem pendidikan sebagai salah satu faktor pendukung smart city. Kualitas pendidikan dan mutu pendidikan harus terus ditingkatkan. Sistem pengajaran harus memanfaatkan teknologi informasi, pengangkatan Kepsek harus yang benar-benar memiliki visi dan kompetensi.

    Perbaikan sistem pendidikan dan kualitas pendidikan tentunya akan menjadi soko guru dalam mewujudkan kota cerdas. Solusi perbaikan di sektor pendidikan harus terus diupayakan dengan mengoptimalkan pemangku kepentingan di Disdik agar lebih inovatif dan amanah. Para penyelengara pendidikan lebih greget dalam inovasi pemanfaatan teknologi informasi agar siswa pintar/cerdas.

    Titik temunya nanti sekolah akan smart, siswa smart dan warga juga smart, tentunya para guru tidak boleh lagi gaptek (gagap teknologi) untuk pengajaran yang berbasis teknologi. Mimpi suatu saat nanti semua penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran benar-benar cerdas. Hingga guru mangkir mengajarpun akan terpantau di central kontrol smart city. Jadi pengajaran cerdas akan menghasilkan siswa cerdas menuju kota cerdas

  2. Sistem Kesehatan
    Konsep Smart city (kota pintar) sedang mewabah dan menjadi tren baru di dunia pemerintahan. Konsep yang bermula dari keinginan mendekatkan dan memudahkan pelayanan public itu, kini terus bertransformasi dalam berbagai bentuk dan konsep sesuai kebutuhan dan karakteristik setiap kota.

    Konsep ini lebih diarahkan pada pemberian peningkatan kualitas layanan publik kepada warga, mulai dari kemudahan pengurusan berbagai jenis perizinan, pengaduan masyarakat, transparansi pelayanan, peningkatan kecepatan pelayanan publik, hingga ketersediaan fasilitas proses perencanaan dan penganggaran yang lebih berpihak kepada warga.

    Pemerintah juga tengah merancang konsep penerapan smaty city dalam bentuk smart card. Salah satunya penggunaan smart card untuk layanan bidang kesehatan. Penggunaan Smart card diharapkan memotong alur pelayanan yang tidak dibutuhkan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan itu sendiri.

    Melalui penggunaan smart card, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi antri untuk samata berurusan dengan unit layanan kesehatan milik pemerintah. Dengan smart card, mereka bisa mendaftar lewat SMS sehingga tidak perlu anti di loket pendafatraan.

  3. Menciptakan sistem energi yang cerdas
    Mandat pemerintah telah memacu tenggat waktu yang agresif, memacu penyedia listrik untuk meningkatkan efisiensi energi dengan mengurangi kerugian energi (energi losses). Ada pula tekanan untuk mengintegrasikan energi alternatif dan kendaraan listrik ke jaringan mereka. Untuk memenuhi tantangan tersebut,perusahaan utilitas mengadaptasi strategi yang memanfaatkan perangkat dan teknologi smart grid.

Empat langkah efisiensi untuk jaringan distribusi (distribution network)

Di era jaringan cerdas (smart grid), penyedia listrik tidak bisa bergantung pada teknologi lama. Mengikuti praktik terbaik untuk menciptakan rencana mitigasi akan membantu mengembangkan jaringan yang lebih efisien:

  1. Dalam tiga bulan mendatang, temukan bagian yang menyebabkan pemborosan/kerugian.
  2. Dalam satu tahun mendatang, pasang sensor dan aplikasi yang dapat mengukur kerugian efisiensi dengan akurat.
  3. Dalam dua tahun mendatang, laksanakan proyek percobaan untuk melihat segala kemungkinan, mengukur keuntungan, dan memperkirakan biaya pelaksanaan.
  4. Dalam 10 tahun mendatang, susun rencana dan laksanakan secara bertahap.

Meski peningkatan efisiensi energi akan meningkatkan biaya modal jangka pendek, keuntungan jangka panjangnya dapat mengurangi biaya operasional, mengurangi pemborosan energi, dan menghasilkan jaringan yang lebih fleksibel dan terintegrasi.

Ditulis Oleh : Siti Aisah (150569201048)

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: