“SMART CITY” INFRASTRUKTUR KABUPATEN KARIMUN

Pembangunan berkelanjutan merupakan pola penggunaan sumber daya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia serta melestrikan  lingkungan, ciri sebuah kota cerdas menurut Frost dan Sullivan (2014) ada 8 indikator yaitu; tata kelola pemerintahan, tata kelola energy, manajemen pembangunan, cerdas mobilitas, infrastruktur,cerdas teknologi, layanan kesehatan dan warga cerdas.

Kabupaten Karimun merupakan sebuah kabupaten kepulauan yang terdiri dari pulau besar dan kecil. Kabupaten Karimun saat ini terdiri dari 249 buah pulau, dimana semua pulau sudah bernama dan hanya sebanyak 54 pulau yang sudah berpenghuni, kabupaten karimun terdiri dari 12 kecamatan yang sebagian terpisah dari pusat kabupaten karimun yang masih banyak kondisi kecamatan dan desa-desa yang lingkungannya kini masih sangat memperihatinkan.

Kabupaten karimun masih memiliki kelemahan dalam pemenuhan infrastruktur untuk menunjang sebagai kota cerdas. Seperti, jalan dan jembatan, pengelohan sampah,pelayanan kesehatan, transportasi,jaringan diwilayah terpencil dan serta masih terbatasnya penggunaan listrik dibeberapa kecamatan yang hidup dari pikul 17.00-07.00 WIB yang masih sangat diperlukan terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,Seharusnya diera zaman sekarang listrik sudah mampu dinikmati masyarakat secara menyeluruh dan maksimal.

Penerangan jalan umum juga menjadi permasalahan oleh dari beberapa kecamatan karena jalan umum yang tidak ada penerangan dapat menimbulkan bahaya keselamatan bagi pengguna jalan dan jalan umum  juga merupakan proses perekonomian  untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.strategi untuk menciptakan Karimun menunjang kota cerdas “smart city” dengan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Kota cerdas “smart city” berbagai artian dalam konsep pembangunan perkotaan untuk mengintegrasikan beberapa teknologi informasi dan komunikasi yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan, mengurangi biaya dan sumber kosumsi dan dapat meningkatkan interaksi aktif antara kota dan warga secara efektif.

Strategi smart city dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan kabupaten karimun:

  1. Meliputi perencanaan pembangunan strategis dalam penerapan kebijakan inisiatif sesuai dengan pembangunan berkelanjutan.
  2. Meliputi teknologi pintar dan otomatis yang diterapkan pada system bangunan dan kendali infrasruktur makro dan mikro,berdasarkan tingkatan jalan,jalur transportasi, pelayanan dll.
  3. Pengelolaan lingkungan yang memberikan perhatian bagi lingkungan hidup dalam pembangunan infrastruktur fisik maupun bagi sarana dan prasarana bagi warga agar terciptanya pembangunan yang berkelanjutan.
  4. Membuat lebih efesien penggunaan infrastruktur fisik, jalan,lingkungan dibangun aset fisik lainnya melalui intelijen dan data buatan analisis untuk mendukung pengembangan budaya yang kuat dan sehat ekonomi sosial.
  5. Terlibat seara efektif dengan orang-orang lokal dan keputusan menggunakan proses inovasi terbuka dan partisipasi warga.
  6. Belajar beradaptasi dan inovasi dengan demikian merespon lebih efektif dan segera untuk mengubah keadaan dengan meningkatkan kecerdasan kota.

Dalam menciptakan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan dan komunitas. Indikator yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan adalah berkontribusi pada pembangunan ekonomi dengan menciptakan kerja, pendapatan, skill dan keterampilan; mengutamakan pembangunan sosial dengan menciptakan perumahan tempat memadukan kerja dan hidup, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan; dan menunjang pengembangan lingkungan hijau, berkelanjutan.

Pemerintah memiliki kewenangan dalam hal regulasi yang sifatnya wajib (mandatory) bagi masyarakat, sehingga diharapkan dengan adanya regulasi yang mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan membuat industri infrastruktur berkembang ke arah yang lebih baik. Manfaat yang diterima tidak hanya manfaat langsung bangunan infrastruktur tersebut tapi juga manfaat akibat lingkungan yang terjaga.

Mewujudkan  kabupaten karimun menjadi kota cerdas dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan tidak ada lagi hambatan – hamabatan masyarakat dalam  kebutuhan pembangunan untuk kesejahteraan dimasa depan.

 

Disusun Oleh : Syakila (160569201047)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: