Melirik Masa Depan Mutiara Gerbang Utara Indonesia

Mendengar kata Mutiara Gerbang Utara, maka terlintas dalam benak pikiran kita ketika pertama kali menjejakkan kaki di bumi Laut Sakti Rantau Bertuah yakni eksotis dan cantik. Kata itu yang langsung muncul di kepala ketika melihat keindahan alam di Natuna, salah satu kabupaten di garis terluar kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kabupaten Natuna, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Kabupaten ini terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Mungkin nama Natuna belum setenar Batam, apalagi dibandingkan dengan kota-kota yang lainnya. Namun, melihat potensi yang dimiliki, bukan tidak mungkin kabupaten yang beribu kota di Ranai itu akan semakin mencuri perhatian dikalagan internasional. Dengan segala potensi yang dimiliki, Natuna memiliki segalanya untuk bisa lebih maju dimasa yang akan datang. Oleh karena itu perlunya penuntasan permasalahan dan peningkatan atas semua aspek penunjang yang memungkinkan bisa membuat Natuna lebih maju dari kota-kota lainya.

Melihat kondisi saat ini, setidaknya ada beberapa yang harus di tuntaskan agar terciptanya Natuna yang maju. Berkaca pada sejarah, Kabupaten Natuna sudah berabad-abad menjadi tempat persinggahan para pelayar antarbangsa. Dari era Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, hingga Kesultanan Riau-Lingga. Kini, Natuna menjadi garda terdepan Republik yang menjadi pertaruhan bukti kedaulatan di tengah berlarutnya Konflik Laut Cina Selatan. Penguatan berbagai bidang perlu dilakukan. Adapun penguatan agar Natuna menjadi kota maju dan kota cerdas dapat di utamakan berbagai bidang yaitu :

Yang pertama dibidang infrastruktur dan fasilitas umum, diantaranya pembangunan pelabuhan laut, bandara, jalan raya, air bersih, kelistrikan, telekomunikasi, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, perguruan tinggi, rumah sakit dan tempat ibadah. Ini menjadi faktor kunci yang tidak bisa ditawar. Pembangunan infrastruktur bisa membantu Natuna keluar dari berbagai ketertinggalan.

Yang kedua dibidang Sumber Daya Manusia, karena pembangunan aspek lainnya tidak akan pernah bisa berjalan tanpa diiringi oleh kesiapan Sumber Daya Manusia. Sejauh ini, kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Putera-puteri Natuna harus pergi ke kota yang cukup jauh di luar Natuna. Dengan meneropong masa depan Natuna, setidaknya Sekolah Tinggi harus diprioritaskan untuk dibangun. Jika tidak, kemajuan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan hanya akan menguntungkan para pendatang, bukan warga tempatan.

Yang ketiga dibidang eknomi berbasis potensi tempatan dan internasional, perlu dilakukan pengembangan ekonomi bebasis potensi tempatanin ternasinal. Sebagaimana kita ketahui Natuna dari dulu terkenal sebagai penghasil, Kelapa, Cengekih, dan hasil laut. Maka pengembangan ekonomi kedepan harus dimulai dengan basis yang ada. Baru kemudian diikuti dengan komditas lain serta sentuhan teknologi dan pemasaran yang terpadu dan menjalin hubungan  kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan antara Indonesia dengan negara-negara yang ada di kawasan ini. Dengan adanya kerjasama ekonomi, maka mereka akan merasa memiliki dan menjaga kawasan ini secara bersama-sama.

Yang keempat, dibidang pariwisata. Kabupaten Natuna memiliki potensi yang tidak kalah dengan kota-kota luar sana. Kondisi geografisnya yang kurang lebih 99 persen perairan menyimpan keindahan tiada tara. Terlebih lagi relatif dekat jaraknya dengan hub Asia-Singapura dan Hong Kong. Sudah semestinya Kementerian Pariwisata membangun habis-habisan wilayah ini sebagai destinasi andalan baru.

Yang kelima dibidang perikanan. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya perikanan laut yang ditaksir lebih dari 1 juga ton pertahun. Sayangnya, hanya sekitar 34 persen yang telah dimanfaatkan. Itupun Kabupaten Natuna baru menikmatinya tidak lebih dari 4,3 persen. Tidak mengagetkan, jika wilayah perairannya dijadikan sasaran empuk pencurian ikan oleh para nelayan dari Vietnam, Tiongkok, Malaysia, hingga Thailand. Dimasa yang akan datang untuk sektor perikanan harus segara dimanfaatkan secara efektif oleh putar-putri tempatan dan perlunya pengeloaan tersendiri agar terciptannya lapangan pekerjaan untuk masyarakat Natuna.

Yang keenam dengan cara  memperkuat kapasitas dan kompetensi puta-puri tempatan dengan melibatkanya di berbagai intansi, lembaga dan struktur pemerintah yang ada. Pemerintah hendaknya memberi peluang khusus bagi anak-anak Natuna yang ingin menjadi tentara, Polisi, Dokter, arsitertur, perminyakan, pertanian, pekebunan perbankkan dan lainnya. Dengan cara ini, maka kekuatan daerah akan semakin kokoh dan itu semua akan membuat natuna semakin dikenal oleh dunia luar.

Jika semua itu di jalankan, dan barangkali strategi ini dapat dilakukan, maka masa depan Natuna akan seperti apa yang diharpakan. Karena itu, tidak ada pilihan kecuali segara melakukan berbagai kebijakan yang dikemukakan diatas. Jika tidak, Natuna akan menjadi korban konflik transaksional internasional. Melihat perkembangan yang terjadi sekarang, pemerintah harus melirik apa yang dilakukan untuk masa depan Natuna.

Ditlis Oleh : Enji Epriadi (160569201052) Jurusan Sosiologi Fisip Umrah

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: