TNI AL Amankan WNA Banglades dan 40 TKI Ilegal di Teluk Mata Ikan

Lihatkepri.com, Batam – Tim Gabungan TNI AL lantamal IV Tanjungpinang bersama Lanal Batam Berhasil mengamankan Warga Negara Asing (WNA) Asal Banglades beserta 40 TKI Ilegal di Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa, Batam Provinsi Kepri. Yang hendak diselundupkan ke Malaysia.

40 TKI Ilegal di Teluk Mata Ikan

Komandan Pangkalan Laut (Danlanal)Batam Kolonel Laut Iwan setiawan menyebutkan penagkapan terjadi pada Selasa (17/4) Pukul 1.35 Dini Hari. Ia mengatakan dari 9 Warga negara Banglades sudah satu minggu masuk melalui Denpasar Bali .

“Pengakuan awal mereka dari Bandara Ngurah Rai langsung ke Bandara Hangnadim,” Kata Iwan saat Konprensi Pers di Dermaga Lanal Batam ,Selasa Sore (17/4).

Setelah di Batam mereka di sambut oleh gaet yang mereka tidak menggunakan nomor Hand Phon kemudian mereka dibawa ke hotel setelah itu di gabungkan bersama 40 TKI Ilegal yang terlebih dahulu di tampung oleh pengrekrut Jaringan TKI ilegal untuk diberangkatkan ke Johor melaui pelabuhan tikus di Batam.

” Kedatangan mereka ke Indonesia (Bali)Mengaku sebagai touris awalnya ,” Ujar Danlanal Batam.

Kemudian 9 orang warga Negara Banglades akan diberangkatatkan ke Johor, Malaysia secara ilegal dengan menggunakan Sped Boat dengan ukuran Lebar 2 meter Panjang 10 meter di satukan dengan 40 TKI ilegal.

Lebih lanjut tim gabungan TNI Al Lanal Batam dan Lantamal IV Tanjung Pinang mengaku kesulitan melakukan penyidikan terkendala Bahasa. “Mereka tidak bisa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sulit untuk berkomunikasi, Pelan pelan kita gali proses pemerikaaan,” kata Kolonel Iwan.

Selanjutnya dari 9 orang Warga Negara Banglades akan di serahkan kepada imigrasi Batam. Selain itu untuk Anak Buah Kapal (ABK) tekong dan Krunya ada 4 orang ada dan kemungkinan Kru yang dari Tanjung pinang menggunakan Narkoba.

Selain itu Asisten TNI Dan Lantamal IV Tanjung Pinang Kolonel Laut, Tatang mengatakan bersamaan dengan tertangkapnya WN Bangladea juga tertangkap 40 Orang TKI Ilegal Asal Lombok NTB,  NTT, Madura, Surabaya, dan Aceh.

“Mereka kedapatan tidak memiliki Paspor, mereka masuk Malaysia menggunakan KTP,” Kata kolonel Tatang.

Warga Negara Asing (WNA) Asal Banglades

Selanjutnya, mereka akan dipekerjakan di perkebunan sawit,Asisten Rumah Tangga (ART). Adapun diantara mereka terdapat anak dibawah Umur yang dibawa oleh bapaknya untuk bekerja di Perkebunan sawit. Untuk selanjutnya dari 40 TKI ilegal yang tertangkap akan di serahkdn ke BNPTKI.

Di tempat yang sama pengakuan Rudi (23) asal Lombok nekad berangkat ke Malaysia secara Ilegal dengan modalkan KTP bentuk Prites kepada pemerintah kareba sudah tidak bisa membuat Paspor Lagi. “Sudah tiga kali saya ke malaysia,kemaren sudah tidak bisa lagi buat paspor terkendala uang ,” Kata Rudi .

Sebelumnya ia menceritakan semenjak 2009 ia sudah masyuk ke malaysia bekerja di perkebunan Sawit di Pahang selama Tiga tahun. Kemudian 2011 Pulang,2012 berangat lagi langsung dari Lombok ke Malaysia sampai 2016.

Karena tidak ada pekerjaan di kammpung mencoba untuk masuk tidak bisa lagi terkendala Paspor, “kemaren ada yang nawarin bisa masuk dengan menggunakan KTP masuk melalui Batam,”Kata Rudi.

Dengan dijanjikan dan membawa 2,5 Juta Rudi beserta temennya berangkat dari Lombok ke Batam dengan menggunakan pesawat. ( Ajang Nurdin)

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: