Kecam Penolakan Ustad Abdul Somad, Gabungan Ormas di Batam Gelar Aksi Damai

Lihatkepri.com, Batam – Gabungan beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) islam di Batam melakukan aksi damai di Depan Pura Amerta Bhuana, Baloi, Batam Sabtu (9/12/2017) Siang.  Aksi damai ini dilakukan sebagai pernyataan sikap yang mengecam atas penolakan terhadap Ustad Abdul Somad, ketika beliau berdakwah di Bali pada Jum’at (8/12) kemarin.

Aksi damai di Depan Pura Amerta Bhuana

Setidaknya ada 30 ormas yang datang menyuarakan sikap tegas mereka, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Gerakan Muda Islam Batam (GMIB) dan Ormas Paten,Laskar Melayu, beberpa ormas lainnya. Dalam aksi ini mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan pesan perdamaian.

Diketahui, sejumlah organisasi masyarakat di Bali yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) berunjuk rasa di depan Hotel Aston, Denpasar menolak kehadiran ustad Somad. Mereka meminta agar Ustadz Somad diusir dari Bali. Namun pada akhirnya massa memberikan izin setelah Ustaz Somad menyanyikan lagu Indonesia Raya, sesuai permintaan massa.

Erwin Abu Gaza, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam menuturkan, ormas islam di Batam tidak terima dengan perlakuan oknum-oknum yang melarang dakwah ustad Abdul Somad. Apa yang dilakukan ustad Somad sama sekali tidak bertentangan dengan dengan nilai-nilai pancasila. Sebaliknya penolakan tersebut adalah sumber perpecahan, membenturkan isu agama yang melibatkan masyarakat luas.

“Ustad Abdul Somad tidak melakukan kesalahan, dia berada sesuai dengan cita-cita pancasila” kata Abu Gaza di sela aksi damai.

Pesan Toleransi Dari Bumi Melayu

Lebih lanjut, aksi damai ini merupakan bentuk toleransi dan saling melindungi antar sesama. Sama -sama mengajak untuk bisa memberi manfaat. Seiring dengan melihat bahwa penolakam ini sebagai kejahatan yang tidak boleh terulang lagi.

“Kita ingin mereka melihat bahwa kita di sini hidup berdampingan, kita rukun walaupun berbeda” kata Erwin.

Hal yang sama kordinator aksi damai Wakdado Zunardi meminta kepada pemangku Umat hindu bali melalui umat yang dibatam agar senantiasa menjaga toleransi. ” Kita tidak terima ustad Somad hadang, apa yang terjadi itu adalah tindakan yang tidak benar, seperti ada praktek persekusi” terangnya.

Sementara itu Pemangku Umat Hindu Batam yang sekaligus ketua pengurus Pura Amerta Bhuana Agung Batam Pandita Putu Satria Yasa mengecam adanya kejadian itu. “Perbuatan itu tidak ada dalam agama Hindu,”ucapanya.

Dengan hewan saja kami tidak boleh menyakiti, apalagi dengan sesama manusia paparnya. Selain itu ia menduga dibalik peristiwa penghasangan ustaz Somad adanya indikasi muatan Politik untuk memecah belah antar umat beragama.

Putu juga berjanji akan menyampaikan keluh masyarakat Batam khususnya ormas-ormas yang hadir, bahwa masyarakat hindu di sini hidup berdampingan dengan damai, sehingga mengecam segala tindakan yang menimbulkan perpecahan. (Ajang Nurdin)

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: