Ade Angga Kunjungi SDN 012 Tanjungpinang Timur

Lihatkepri.com, Tanjungpinang – Sejumlah guru yang telah melaksanakan merasa kesulitan bila dibandingkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dari berbagai hal. Penerapan Kurikulum 2013 (K13) menuntut adaptasi dari berbagai pihak. Terutama guru, siswa dan juga orangtuanya. Diantaranya hasil penilaian siswa diolah secara kuantitatif menggunakan angka, predikat, dan deskripsi.

Hal ini dikatakan Kepala SDN 012 Tanjungpinang Timur, Hj Henny Andul Gani saat menerima kunjungan Waka I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga mendampingi Anggota Komisi I, Simon Awantoko, Rabu (6/12) kemarin.

Pihaknya juga menyambangi dua kelas yang melaksanakan ujian semester ganjil. Henny menuturkan, penerapan K13 sebenarnya bagus, hanya saja perlu persamaan indikator penilaian antarsekolah yang satu dan lainnya. Bahkan antarguru bisa berbeda.

”Ini agak rumit, sebab para guru harus mengolah nilai siswa dari Kemampuan Dasar (KD) menggunakan angka (10-100). Setelah itu, di berikan predikat A, B atau C bahkan D. Dilanjutkan dengan mendiskripsikan berdasarkan kemampuan siswa,” ungkapnya.

Belum lagi para guru di wajibkan mengirimkan laporan ke pusat secara online. Ada juga yang manual. Bagi para guru-guru yang sudah senior atau tua, secara manual bisa diikuti. Bila sistem online agak kesulitan.

Untuk itu, penerapan K13, para guru perlu mengikuti workshop singkat. mulai dari persamaan deskripsi nilai dan meng-update kemampuan penggunaan komputer. Pelatihan yang di harapkan bukan hanya sosialisasi, tetapi juga lengkap dengan praktik dan latihan-latihannya.

”Kalau saya harapkan para guru yang mengajar siswa K13 diberikan pelatihan, jadi membuat semakin mantap menerapkan,” tuturnya sembari menyebutkan November 2018 mendatang akan memasuki masa purnabakti.

Terkait masukan ini, Simon Awantoko akan menyanpaikan ke Disdik Tanjungpinang, agar dipertimbangkan. Menurutnya, tenaga pengajar perlu terus meng-update ilmu. Ini berlaku untuk semua profesi termasuk guru.

”Jika ada hal yang baru, tentu perlu dipelajari lebih, ini berlaku untuk bidang apapun. Tanpa pelatihan tentu akan sulit merealisasikan lebih baik,” tuturnya dilansir Tanjungpinang Pos.

Selain itu, ia bersama beberapa guru lain lainnya menyambangi beberapa kelas yang melaksanakan ujian semester ganjil. Sesuai hasil rapat Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Tanjungpinang Timur, pemberian soal ujian siswa K13 per mata pelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: