Himsos Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Gelar Diskusi Perbatasan

Lihatkepri.com, Tanjungpinang – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMSOS) Stisipol Raja Haji Tanjungpinang mengadakan Forum Diskusi Kajian Masyarakat Perbatasan, Sabtu (23/9/2017) di Cafetaria Kampus.

Diskusi digagas dengan tema “Membangun Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan” dengan Pembicara Dosen Sosiologi Stisipol Raja Haji, Suyito, S.Sos., M.Si.

Ketua HIMSOS Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Ari Heriyandi mengatakan target dari kegiatan ini ialah dapat membantu mahasiswa dan memberi solusi dalam memahami permasalahan isu-isu yang ada masyarakat perbatasan.

“Kepri sebagai halaman depan Indonesia, Diskusi ini dapat menjadi bekal refrensi untuk mahasiswa dalam penelitian mengenai isu-isu perbatasan,” ujarnya.

Untuk itu, Panitia pelaksana, M. Mahazir dengan adanya diskusi ini bisa mempelajari dan memahami permasalahan diperbatasan.

“Semoga kita bisa memahami seluk beluk dan problem diperbatasan,” ujarnya.

Selain itu, dalam pemaparannya Suyito mengatakan bahwa diskusi ini sangat menarik bagi mahasiswa yang tinggal diperbatasan, agar terbuka pemikirannya sehingga dapat memberikan sumbangsih kepada daerah dan sekelilingnya.

“Natuna menjadi sorotan dunia karena gas yang dimilikinya sangat luar biasa, nah itu harus disadari oleh masyarkat Natuna,” ujarnya.

Agar Ekonomi dapat ngefek ke Masyarakat, menurut Suyito, akses harus dibuka karena Indonesia punya apapun tetapi tidak mampu berdikari sendiri. Daerah perbatasan itu sebagai halaman depan bangsa ini bukan sebagai dapur.

“China buat jalur sutera, seharusnya kita melihat sejarah dan buat jalur rempah yang dulu menjadi primadona negara luar. Negara kolonial itu dulunya sangat ngiler dengan rempah Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Suyito mengatakan bahwa generasi saat ini mestinya menjadi generasi pembagun yang ikut membangun bukan gerasi penikmat saja.

“Sampai hari ini kita dijajah secara ekonomi padahal kita negeri yang kaya,” ujarnya

 

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: