Lemahnya Kontrol Sosial Masyarakat

Satpol PP Kota Tanjungpinang mengamankan tujuh pasang muda-mudi yang diduga  berbuat mesum di sejumlah rumah kos di Kota Tanjungpinang, Rabu (Sindo/7/6/2017). Tujuh pasangan yang terazia dibawa kekantor untuk membuat surat pernyataan supaya tidak mengulagi lagi perbuatannya. Ketujuh pasangan yang diamankan yakni NS dan DS,M dan BH diamankan dari rumah kosan Mandiri di Jalan Sulaiman Abdullah, EM dan RA diamankan dari rumah kos Merita, Suka Berenang dan RAT dan A diamankan dari rumah di kawasan batu 2. Ditempat lain juga diamankan FH, AD, dan MS, WE dan H serta inisial D dan Y dari rumah kos anggrek merah (sindo/7/6/2017).

Pemberitaan diatas Nampak dari masih berlangsungnya praktik-praktik tidak bermoral yang dilakukan oleh pasangan laki-laki dan perempuan ditempat kos yang bertebaran di Kota Tanjungpinang. kondisi ini yang Nampak dan berlangsung terjadi sampai hari ini, dikota tanjungpinang. jika dihubungkan dengan kejadian diatas dengan diamankannya tujuh pasang muda-mudi, dengan control sosial masyarakat di kota ini, sungguh sangat lemah sekali.

Akibatnya mereka bebas tinggal di tempat-tempat kos yang ada di kota tanjungpinang. jika dikaitkan dengan norma agama dan norma sosial, jelas sekali sangat bertentangan sekali. Apalagi kota Tanjungpinang merupakan Kota Gurindam, yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya. Perubahan apa yang dikehendaki oleh masyarakat Tanjungpinang, dengan masih adanya pasangan-pasangan yang berduaan di tempat-tempat kos yang bukan muhrimnya. Apalagi sekarang dalam bulan ramadhan yang penuh kemulian dan keberkahan. Jelas sekali ini terjadi akibat minimnya control sosial masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

Praktik-praktik indekos yang berlangsung di Kota Tanjungpinang, dengan masih seringnya tertangkap pasangan muda-mudi berduaan di kos-kosan, berarti tempat indekos memberikan kesempatan atau peluang untuk terjadinya perilaku tidak bermoral. Praktik indekos ini terjadi merata di Kota Tanjungpinang, misalnya di indekos Mandiri Jalan Sulaiman Abdullah, Indekos Merita Jalan Suka Berenang, dan Indekos Anggrek Merah. Dengan pola indekos yang bebas, tanpa aturan yang jelas dari pemilik indekos akan menyuburkan dan melanggengkan tempat kos yang tidak bermoral. Jangan hanya memikirkan factor ekonomi dari indekos semata, dengan mengenyampingkan factor sosial,  factor budaya dan factor agama yang ada dimasyarakat. kalau hanya factor ekonomi yang dijadikan fokus dari indekos, maka hanya akan memikirkan keuntungan dari finansial semata. Padahal dimasyarkat itu ada kultur dan struktur sosial masyarakat.

Hubungan control sosial masyarakat dengan masih banyaknya pasangan yang tertangkap saat razia berlangsung, pasti ada sebab akibatnya, korelatif dan dampaknya. Menjamurnya indekos yang bebas, kurang ketatnya aturan, juga disebabkan oleh lemahnya control sosial yang dilakukan oleh masyarakat. karena lemahnya control sosial yang dilakukan oleh lingkungan sosial tempat indekos berada, maka mengakibatkan keberadaan pasangan muda-mudi itu bebas tanpa memandang norma-norma yang berlaku didalam masyarakat. perlu dikritik dan dievaluasi peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan rukun tetangga tempat indekos berada.  Karena akibat control sosial yang kurang dijalankan, korelasinya positif  terhadap menjamurnya indekos yang bebas tanpa aturan. Efek domino atau dampak ikutannya sudah jelas akan diikuti juga oleh indekos yang lain.

Kultur atau budaya masyarakat kota juga bisa menjelaskan maraknya indekost yang bebas tanpa aturan dan lemahnya contro sosial masyarakat. tingginya sifat individualistis pada masyarakat kota dengan melemahnya ikatan-ikatan sosialnya menjadi penyebab bebasnya indekos menjalankan aktivitas tanpa dikontrol oleh lingkungan masyarakat. longgarnya nilai-nilai moral dan agama pada masyarakat kota dalam membentengi penyakit masyarakat menjadi sebab-musababnya juga.

Kesimpulannya dengan tertangkapnya pasangan muda-mudi yang diduga berbuat mesum di sejumlah indekos di Kota Tanjungpinang, disebabkan karena lemahnya control sosial masyarakat, longgarnya nilai-nilai agama, moral  di Kota Tanjungpinang. para pemilik indekos masih dominan factor ekonomi atau finansial tanpa memperhatikan factor sosial dan factor budaya yang ada dilingkungan tersebut. Kultur dan struktur masyarakat kota yang sangat individualistis dan longgarnya  ikatan moral bisa dikaitkan dengan lemahnya control sosial masyarakat.

Ditulis oleh : Suyito, M.Si

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: