KONDISI PEREKONOMIAN DESA BERAKIT

Desa Berakit  Kecamatan Teluk sebong  berada di wilayah administrasi Kabupaten Bintan dengan luas wilayah 53,25 KM yang terdiri atas 2 Dusun, 4 RW dan 8 RT. Jarak dari Kantor Desa ke Kota Kecamatan adalah ± 62 Km, ke Ibu Kota Kabupaten berkisar antara  ± 61 Km dan ke Ibu Kota Provinsi ± 67. Berdasarkan Pusat Blog Ekowisata Bahari KKN Kebangsaan UMRAH 2016, jumlah penduduk Desa Berakit pada tahun 2015 berkisar 1.751 jiwa dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan.

PENDUDUK DESA MENURUT PEKERJAAN

Dalam tulisan ini, penulis mendapatkan tugas untuk meneliti lebih dalam mengenai kondisi ekonomi masyarakat Desa Berakit. Masyarakat Desa Berakit secara keseluruhan dapat dikatakan sebagai masyarakat dengan kondisi ekonomi yang baik. Akan tetapi, penulis lebih memfokuskan perhatiannya pada aspek ekonomi masyarakat Desa Berakit yang dilihat dari jenis pekerjaan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai seorang nelayan. Jumlah masyarakat yang berprofesi sebagai seorang nelayan berdasarkan Tabel di atas pada tahun 2015 yaitu 338 orang. Jumlah ini menunjukkan jumlah jenis pekerjaan terbanyak di Desa Berakit.

Menurut hasil penelitian setelah melakukan studi lapangan dan melihat secara langsung, masyarakat Desa Berakit sudah menekuni pekerjaan sebagai seorang nelayan sejak dulu. Akan tetapi hingga saat ini sudah banyak masyarakat lain yang memilih profisi lainnya seperti yang digambarkan pada tabel diatas. Untuk masyarakat yang bekerja sebagai seorang nelayan, mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat berupa perlengkapan nelayan seperti sampan dan jaring. Menurut hasil wawancara dengan salah satu nelayan di Desa Berakit pada hari Sabtu, 8 April 2017, bantuan yang diberikan dianggap tidak tepat sasara karena sistem pembagian barang bantuan dari pemerintah diberikan kepada ketua dari nelayan itu sendiri dan mereka yang telah dipercaya justru membagikan barang-barang tersebut hanya kepada orang yang memiliki hubungan saudara (saudare mare).

Barang bantuan yang diberikan juga tidak dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan yang mendapatkan bantuan. Hal ini terjadi karena ada nelayan yang menjual perlengkapan yang diberikan sebagai bantuan dari pemerintah. Keadaan masyarakat yang menjual barang bantuan dari pemerintah berupa perlengkapan nelayan dianggap karena kurangnya sosialisasi mengenai penggunaan barang seperti sampan dan sosialisasi lainnya mengenai barang bantuan tersebut.

Untuk hasil tangkapan, nelayan pada umumya bebas menjual hasil tangkapannya kemana saja, seperti kepada tetangga maupun kepasar. Akan tetapi, ada juga masyarakat yang menjual barang tangkapannya ke reastaurant Panglong. Nelayan yang menjual hasil tangkapannya ke restaurant Panglong adalah nelayan yang tinggal di Desa Panglong yaitu Suku Laut. Mereka menjual hasil tangkapan mereka kepada restaurant tersebut karena barang yang mereka gunakan merupakan pinjaman dari orang China yang tidak lain merupakan pemilik restaurant tersebut. Oleh karena itu, terjadi sistem patron-klien dimana nelayan suku laut harus menjual hasil tangkapannya kepada si pemijam alat tangkap dengan membagi keuntungan yang didapatkan.

Membahas mengenai keuntungan, keuntungan yang diperoleh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Keuntungan yang diperoleh tidak menentu, akan tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Menurut hasil observasi lapangan, kondisi ekonomi masyarakat Desa Berakit cukup baik secara keseluruhan khususnya bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Terlepas dari banyaknya permasalahan yang terjadi dalam menjalankan profesiya, masyarakat Desa Berakit tetap bisa digolongkan dalam masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi yang cukup baik.

Ditulis oleh Siti Maisyarah (130569201062) Sosiologi UMRAH Tanjungpinang

 

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: