Kunjungi Batam, Malaysia Ingin Belajar Kebebasan Pers Indonesia

Lihatkepri.com, Batam – Kebebasan Pers Indonesia menjadi Ajang Tonggak Kebebasan Pers di Asia Tenggara hal tersebut diungkapkan Ceo (Ched Excekituve Officer) Kantor Berita Kerajaan Malaysia) Zulkefle Salleh saat Pertemuan dengan Pimpinan Redaksi media di Batam.

Menurut Zulkifle, kebebasan pers di Malaysia sangat terbatas tidak seperti Indonesia mengingat Isu sangat sensitif tentunya media di filter oleh Pemerintah.

“Penduduk Pribumi hanya 50 perseratus dari Jumlah penduk di Malaysia,” ucap Kepala Kantor Berita Bernama di Roomtof Biz .Nagoya Batam, Selasa (2/5/2016) Malam.

Penduduk pendatang hampir mendominasi, itu menjadi dasar dasar pemicu sensitif. Namum demikian Terang Zulkifle, kebebasan Pers Malaysia perlu banyak belajar dari Indonesia. Yang menurutnya, secara Emosional Malaysia bagian dari Indonesia menurut dari sejarah.

“Dahulu Tidak ada Malaysia dan Indonesia hanya ada Nusantara,” kata Dia.

Maka dengan itu, hubungan emosional dikalangan masyarakat kedua negara harus di tata kembali melalui Media karena Sosial, Budaya, Sejarah pada dasarnya tidak ada perbedaan.

“Sebelum melangkah lebih Jauh (Jakara) kita melangkah di Batam dahulu,” ungkap Ceo Barnama.

Masyarakat Malaysia dan Indonesia hanya dipisahkan secara Administatif kenegaraan. Selain itu menurut Zulkifle, saat ini Indonesia menuju peringkat 5 perekonomian terkuat di Dunia dampak bebasnya Pers.

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: