Mengabdi, Mempelajari dan Meneliti, 80 Mahasiswa Siap Menjejaki KKN

Lihatkepri.com, Natuna – Setelah berbagai persiapan matang, mulai dari pendaftaran hingga pembekalan, pada (10/04/17), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna melepas 80 Mahasiswa peserta KKN( Kuliah Kerja Nyata) untuk dikirim ke beberapa desa di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna, sebagaimana yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana.

Bertempat di Halaman Kampus, di pagi hari yang cerah, dihadiri oleh Ketua STAI Natuna, dan seluruh Pengelola, mulai dari Ketua Prodi, Ketua P3M, dan  lain sebagainya, dan secara khusus juga dihadiri oleh Wakil Bupati Natuna,  yang juga sebagai Ketua II bidang Keuangan serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan seluruh Mahasiswa peserta KKN hadir dan siap untuk dilepaskan ke Lokasi masing-masing.

Dalam upacara pelepasan KKN tersebut, yang menyampaikan sambutan sekaligus pelepasan yaitu Wakil Bupati dan juga sebagai Ketua II bidang keuangan STAI Natuna,  Hj. Ngesti Suprapti, MA. Dalam pelepasannya, Ibu Ngesti menyampaikan kepada para mahasiswa peserta KKN bahwa “Tahapan KKN ini adalah sebuah pengabdian kepada masyarakat, jadi kalian harus bisa turun langsung ke lapangan.

Nanti yang punya kemampuan berikan kemampuannya dan kepandaiannya, jangan pelit-pelit dengan ilmu, apapun ilmu yang kalian miliki, tapi memberinya harus dengan ikhlas, kalau tidak ikhlas tidak mungkin akan dapat pahala, karena STAI ini punya identitas tersendiri, yaitu sebagai Perguruan Tinggi Islam, maka tentunya ini juga harus kalian pegang dengan teguh bahwa kalian turun adalah membawa amanah dan citra dari visi misi STAI Natuna”.

Tujuan dilaksanakannya sebagaimana yang tercantum dalam buku panduan KKN adalah untuk membantu pemerintah dalam mempercepat proses pembangunan dan mempersiapkan kader-kader pembangunan di pedesaan, berusaha membantu masyarakat memecahkan problematika yang dihadapi dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin, berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemantapan ketahanan nasional, untuk menghasilkan calon sarjana sebagai penerus pembangunan yang menghayati permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pemabangunan, meletakkan agama dan ilmu pengetahuan sebagai pendorong dan penggerak kegiatan masyarakat sehingga pembangunan merupakan amal ibadah, membentuk sarjana muslim yang berakhlak mulia, berilmu dan cakap serta mempunyai kesadaran bertanggungjawab atas kesejahteraan umat serta masa depan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila, dan mendapatkan umpan balik untuk bahan penyempurnaan sistem pendidikan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

Secara umum Kuliah Kerja Nyata(KKN)  memiliki manfaat untuk mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga, melalui keterlibatan dalam masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan, dan menaggulangi permaslahan pemabangunan secara pragmatis dan interdisipliner, mahasiswa dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu, teknologi, agama, dan seni dalam upaya menumbuhkan, mempercepat gerak serta mempersiapkan kader-kader pembangunan, perguruan tinggi dapat menghasilkan sarjana pengisi teknostruktur dalam masyarakat yang lebih menghayati kondisi, gerak, dan permasalah yang kompleks yang dihadapi oleh masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.

Dengan demikian hasil perguruang tinggi secara relatif menjadi siap pakai dan terlatih dalam menanggulangi permasalahan pembangunaan secara lebih pragmatis dan interdisipliner, dan meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, sehingga perguruan tinggi dapat lebih berperan dalam menyesuaikan kegiatan pendidikan serta penelitian dengan tuntunan nyata dari masyarakat yang sedang membangun.

Program KKN merupakan kegiatan yang mencakup Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, sebagaimana yang diungkapkan M. Alfan Sidik, M.Hum. selaku Panitia Pelaksana KKN, bahwa “Tujuan dilaksanakannya Program KKN pada dasarnya adalah mencakup asas Tridharma Perguruan Tinggi, jadi mahasiswa bukan hanya siap mengabdi saja, namun mahasiswa juga siap belajar, kalau sebelumnya ia belajar di ruang kuliah, sekarang saatnya ia belajar dari masyarakat, dari kehidupan masyarakat, dan juga ia juga harus melakukan kegiatan penelitian, semisal pendataan permasalahan penduduk, pendataan profil potensi desa dan sebagainya”.

KKN Tahun ini, terdiri dari 9 posko, yaitu: posko I di Desa Teluk Buton kec. Bunguran Utara dengan 8 orang mahasiswa(2 EKIS, 4 PAI, 2 HPI) dengan DPL Kartubi, S.E.M.E.I., posko II di Desa Gunung Jambta kec. Suak Midai dengan 9 orang mahasiswa(5 EKIS, 1 PAI, 3 HPI) dengan DPL Eri Zahrial, S.E.M.H., posko III di Desa Air Putih kec. Midai dengan 9 orang mahasiswa(8 EKIS, 1 PAI) dengan DPL Eri Zahrial, S.E.M.H., posko IV di Desa Sebelat kec. Midai dengan 8 mahasiswa(6 EKIS, 1 PAI, 1 HPI) dengan DPL Eri Zahrial, S.E.M.H., posko V di Desa Air Payang kec. Pulau Laut dengan 10 mahasiswa(6 EKIS, 4 HPI) dengan DPL Ahadi, S.Sos.,M.SI., posko VI di Desa Tanjung Pala kec. Pulau Laut dengan 8 mahasiswa(3 EKIS, 2 PAI, 3 HPI) dengan DPL Ahadi, S.Sos.,M.SI., posko VII di Desa Panas (Sedanau) kec. Bunguran Barat dengan 9 orang mahasiwa(7 EKIS, 2 PAI) dengan DPL Said M. Rahimin, S.E.M.M., posko VIII di Desa Pinyong (Sedanau) kec. Bunguran Barat dengan 9 orang mahasiswa(7 EKIS, 1 PAI, 1 HPI) dengan DPL Said M. Rahimin, S.E.M.M., posko IX di Desa Segeram dengan 10 orang mahasiswa(8 EKIS, 2 PAI) dengan DPL Yustian, M.I.Kom.

KKN tahun 2017 ini di mulai  sejak pelepasan 10 April 2017 dan akan berakhir pada 10 Juni 2017 (selama 60 hari).(Yoolee)

 

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: