Mimbar Publik Tanjungpinang Angkat Tema diskusi Matinya Roh Semangat Sumpah Pemuda

Lihatkepri.com, Tanjungpinang – Kondisi pemuda hari ini memang hampir terbalik 90 derajat dengan pemuda dulu. Merespon kondisi pemuda hari ini, Mimbar publik “Sejenak Untuk Indonesia” Tanjungpinang turut ambil adil dengan mengangkat tema diskusi “matinya roh semangat sumpah pemuda”. Kegiatan dilaksanakan pada hari jum’at malam bertepatan tanggal 28/10, di angkringan 86 KM.8 Tanjungpinang.

Acara kali ini dihadiri oleh Presiden BEM STISIPOL RAJA HAJI, Gubernur BEM FE-UMRAH, Wabup HMJ MANAJEMEN FE-UMRAH, Ketua HMK-NATUNA, FAM INDONESIA, LASKAR MERAH PUTIH dan beberapa pemuda dan aktivis mahasiswa lainya.

Acara dihadiri oleh beberapa pembicara seperti William Hendri ( KNPI Tanjungpinang, dan pengurus Pemuda Pancasila Tanjungpinang), M Rona Andaka S ( Ketua Karang Taruna Tanjungpinang), Gilang Ichsan Pratama, ( Aktivis pemuda, pemuda Panca Marga Tanjungpinang), dan Eka Fachlevi ( Aktivis kepemudaan pengurus Karang Taruna Kepri).

“Matinya semangat roh sumpah pemuda dikarenakan hilangnya semangat beridiologi. Pancasila sebagai idiologi kita, mestinya kita harus konsisten dalam menjalankannya, dan perlu diakui bahwa Pancasila memang masih relevan sampai dengan saat ini, kata william.

Hilangnya semangat idiologi karena banyaknya interfensi-interfensi dari asing, kita dimatikan dengan sejarah bangsa kita dan ditambah lagi kita malas membaca sejarah, 2/3 lembar sudah ngantuk, ujarnya.

Rona merasa muak dengan kondisi pemuda hari ini, Ia berpandangan pemuda hari hanya dijadikan alat permainan oleh oknum-oknum untuk kepentingannya sendiri.

Pemerintah bicara pemuda, tapi kenyataanya pemuda masih minim diberikan ruang untuk eksplorasi kemampuanya terutama pemuda di KEPRI, padahal dalam sejarah bangsa dan negara pemuda sudah banyak memberikan peran yang luar biasa, ungkapnya.

Terlihat ada upaya tersistem untuk menghancurkan peran pemuda, Pungkasnya.

Rona juga menghimbau agar pemuda bisa membaca dan menangkap peluang-peluang yang ada dikondisi persaingan yang semakin ketat ini.

Gilang yang juga aktif dalam memberikan masukan dalam kegiatan acara mimbar publik ini, memaparkan sebagai contoh nyata ujian menimpa dikalangan pemuda saat ini adalah dualisme seperti di tubuh KNP sendiri, bahkan isu dualisme ini telah menjadi isu nasional yang harus diantisipasi.

Menyikapi kondisi kekiniaan pemuda, tentu perlu adanya langkah konkrit, pemuda perlu membangun konsesus bersama, bahwa pemuda adalah aset bangsa yang berharga, katanya.

Menurut Gilang, Salah satu upaya yang mungkin layak untuk dibangun adalah mosi integral untuk pemuda.

Sedangkan menurut Eka Fahlevi, Hilangnya semangat Sumpah Pemuda karena banyaknya “racun” yang ada dikepala pemuda saat ini. Pemuda sangat mudah dibenturkan oleh kepentingan sesaat, hingga timbul perpecahan.

Bila membaca lembaran sejarah sumpah pemuda merupakan semangat dalam mempersatukan yang dilahirkan oleh pemuda-pemuda kala itu, hal ini tentu berbanding terbalik dengan hari ini.

Kita tidak mendengarkan, gak melihat pesan-pesan yang disampaikan orang-orang dulu, ungkapnya.

Acara diskusi yang diantarkan oleh moderator Arifin, mengkrucutkan lebih spesifik pada satu topik permasalahan terkait tema yang diangkat untuk menghasilkan sebuah resolusi “yakni obat perpecahan dikalangan organisasi pemuda dan kemahasiswaan”.

Beberapa masukkan dan harapan yang bisa menjadi rekomendasi terkait isu perpecahan dikalangan pemuda, Hendri selaku Pemuda Muhamadiyah, Tanjungpinang tampil memaparkan, musuh dari pemuda adalah dirinya sendiri. Oleh karenanya pemuda perlu sentiasa dibekali dengan moralitas yang baik.

Berbuat sebaik mungkin atas amanah yg diemban adalah upaya sederhana mengembalikan paradigma kekuatan semangat pemuda pd momentum Sumpah Pemuda kali ini, ungkapnya.

Merespon beberapa masukkan sebagai rekomendasi mengatasi perpecahan, seperti pengadaan gedung bersama untuk pemuda, regenerasi kader-kader potensial, mosi integral jilid II Kepri, Auliansyah mencoba mengkolaborasikan dengan menekankan pada keberanian untuk berkomitmen menghilngkan skeptis-skeptis dikalangan pemuda hari ini.

Pada akhir kegiatan Koordinator kegiatan, Arifin menyebut bahwa kegiatan Mimbar Publik, akan terus dilakukan dalam menyikapi permasalahan ditengah-tengah masyarakat khususnya Provinsi Kepulauan Riau. Minggu depan kita akan membahasa tema pesisir yang tersisir, ungkapnya.

Kami ucapkan trimakasih kepada semua sponsor, angkringan 86, media-media online dan dukungan dari aktivis yang hadir dalam mensukseskan acara ini, dan berharapan saya pemuda-pemuda khususnya teman-teman aktivis bisa hadir untuk memberikan gagasan-gagasan kritisnya diacara berikutnya, kata Arifin.

 

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: