KKN Kebangsaan Jembatani Desa Sebong Pereh Dengan Disparbud Bintan

Lihatkepri.com, Bintan – Sadar Wisata adalah suatu kondisi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu destinasi atau wilayah.

Sejalan dengan maksud diatas, sejumlah mahasiswa KKN Kebangsaan Desa Sebong Pereh Kabupaten Bintan menyelenggarakan Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona pada Sabtu, 13 Agustus 2016 dengan narasumber Bapak Herwandi,S.Sos selaku Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Kabupaten Bintan.

Acara tersebut mampu meluweskan hubungan antara masyarakat dengan Dinas tersebut secara langsung. Hal ini terbukti dengan antusias masyarakat dalam  menyampaikan secara langsung aspirasinya maupun keluhan  mereka terkait Desa Sadar Wisata.

Terlebih di awal sesi diskusi Syamsul Kamal selaku Sekdes Desa Sebong Pereh memberanikan diri untuk mencetuskan  permasalahan yang sedang dihdapi untuk mewujudkan Desanya sebagai destinasi wisata para turis.

Kurangnya pengarahan dari pemandu wisata yang ada di Teluk Sebong kepada wisatawan untuk berkunjung ke Desa Sebong Pereh, sementara di desa ini sendiri banyak spot-spot wisata yang memiliki sejarah dan keindahan yang luar bisa, contohnya Patung Penyu.

“Disini masyarakat berharap bahwa pemerintah terutama Dinas Pariwisata bersedia untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berfungsi sebagai pengarah atau guide untuk lebih mengenalkan Desa Sebong Pereh. Selain itu juga diharapkan terselenggranya sosialisasi Tour sebagai ajang promosi daerah wisata yang dimiliki Sebong Pereh,” Ungkap Syamsul.

Keterbatasan yang dimiliki masyarakat yaitu kurangnya kemampuan dalam berbahasa asing, sehingga akan menimbulkan masalah dan kendala ketika masyarakat harus berhadapan dan berkomunikasi langsung dengan wisatawan non-lokal yang datang ke Desa Sebong Pereh.

“Mengenai keterampilan berbahasa ini, masyarakat sangat mengharapkan bantuan dari dinas pariwisata dalam memberikan solusi atas kendala ini,” ujar ketua RW I.

Dengan pemaparan materi yang sangat menarik, Herwandi juga mengamanahkan  tugas kepada 16  mahasiswa KKN Kebangsaan yang berasal dari 14 universitas yang berbeda itu untuk membantunya mendata spot-spot wisata di desa Sebong Pereh agar menjadi bahan rujukan para turis untuk mengunjungi desa Sebong Pereh.

“Bintan itu bagaikan berlian yang belum digali. Begitu halnya dengan Desa Sebong Pereh yang sebenarnya sudah  memiliki banyak hal yang mendukung untuk terwujudnya Desa sebagai destinasi wisata bagi para turis.Karena turis selalu mengujungi Lagoi. Kenapa tidak mereka juga melirik Sebong Pereh yang jaraknya tidak jauh dengan Lagoi,” ujar Herwandi, pemateri yang bergaya blusukan itu.

Selanjutnya, Rinda Andriani mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji Jurusan Akuntansi selaku penagggungjawab acara tersebut sekaligus menjadi moderator mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman segenap komponen masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menggerakkan dan menumbuhkan motivasi, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat sebagai wisatawan untuk mengenali dan mencintai tanah air.

“Pelaksanaan Sadar Wisata dapat diupayakan dilakukan secara sinergi antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha Pariwisata, Akademisi, Media Massa, dan Organisasi Kemasyarakatan,” ujar Rinda.

Untuk itu, Rinda menjelaskan bahwa pembinaan dan penataan kawasan wisata dapat diimplementasikan melalui prinsip-prinsip Sapta Pesona yang merupakan jabaran konsep Sadar Wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong dan tumbuh berkembangnya industri pariwisata, melalui perwujudan unsur : Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan.

“Adanya keberlanjutan hubungan yang sudah terbentuk antar Dinas dan masyarakat Desa Sebong Pereh itu diharapkan dapat memupuk pengelolaan jangka panjang terhadap pembangunan Desa Sebong Pereh sebagai tuan rumah destinasi wisata yang baik,” ujar Rinda.

 

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: