Pentingnya Berorganisasi bagi Mahasiswa

Pentingnya Berorganisasi bagi Mahasiswa

Suharno Abdlsyrif
Mahasiswa Stie Cakrwala Karimun –  Jurusan Manajemen
Pengurus Cabang PMII Karimun.  Salam Pegerakan Untuk Sahabat PMII Se Indonesia

———————–

Sebagai mahasiswa kehidupannya dalam perkuliahan tidaklah hanya sekedar masuk kelas, mendengarkan dosen menjelaskan materi mencatat apa yang di jelaskan dosen, pulang ke kostan mempelajari apa tadi yang di jelaskan oleh dosen dan dan saat UAS kita hanya menuliskan ulang materi yang telah dipelajari. Tentu tidak.

Kehidupan mahasiswa menyimpan berjuta peluang dan manfaat. Kamu bisa bertemu dengan mahasiswa lain, dosen, professor, tokoh masyarakat, pejabat, pengusaha, dan lain-lainnya. Peluang keliling dunia pun banyak, kamu bisa ke luar negeri, dan kesempatan magang di perusahaan impian karirmu. Ingin cari uang? Beragam lomba inovatif banyak tersedia hanya bagi mereka yang mahasiswa, begitupun penelitian atau riset yang tentunya bisa mengasah kemampuan ilmiahmu.

Perlu di ingat bahwa mahasiswa itu adalah kaum terpilih, atau kaum intelektual. Sehingga kita di siapkan untuk mengabdi kepada negara dan baerbakti kepada masyarakat.

Di kehidupan kuliah, kita akan bertemu beragam organisasi, komunitas, kegiatan, dan wadah-wadah minat dan bakat lainnya. Umumnya di tiap Perguruan Tinggi ada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baik tingkatnya fakultas maupun universitas, yang bergerak di bidang olahraga, seni, kerohanian, jurnalisme, wirausaha, pecinta alam, keilmuan, dan lain sebagainya.

Nah, haruskah mahasiswa itu perlu mengikuti kegiatan seperti itu? tentu saja perlu!! Berikut beberapa manfaat bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi:

Dapat Mengasah Softskill

Tahukan kamu apa bedanya softskill dan hardskill? Hard Skill itu kemampuan teknis yang kita pelajari melalui disiplin ilmu. Skill yang di dapat dari kamu mengikuti kegiatan belajar mengajar. Seperti anak Kimia, membuat suatu campuran bahan kimia. Anak pertanian, menanam pohon cabe. Anak mesin membuat mobil sendiri, dan sebagainya.

Namun softskill kadang dilupakan, yaitu kemampuan kamu dalam mengatur/memanajemen dirimu sendiri dan diri orang lain. Contohnya kamu sebagai pemimpin atau leader, pastinya kamu harus siap mengatur anggotamu, sedangkan jika kamu sebagai anggota jika di atur oleh atasanmu, kamu harus patuh. contoh lainnya jika dalam suatu kelompok terjadi konflik maka kita harus mencari solusi bersama, dan juga jika di beri amanah kita harus menjalankannya. Semuanya itu tak ada hubungannya dengan apa yang jelaskan dosenmu dalam kelas. Tak ada hubungannya mengatasi atau mengatur suatu organisasi dengan bahan kimia, apalagi pohon cabe.

Dapat Menambah Teman

Dengan kamu bergabung dalam suatu organisasi, kamu akan bertambah kenalan. Yang tadinya temanmu hanya satu prodi. Nanti bisa bertambah menjadi satu universitas, malah-malah bisa dengan universitas lain. Maka tak heran jika kamu melihat anak-anak organisasi contohnya BEM, kalau jalan banyak yang kenal  . Atau “Uih tuh anak BEM, keren!! dari fakultas mana dia?”, atau anak MENWA lewat,”Uwih, gagah banget bro sekarang dia, semenjak ikut MENWA”. Asik bukan jadi terkenal dan banyak kenalan?

Dengan Berorganisasi, Menyalurkan Minat, Mengasah Bakat

Dengan mengikuti UKM, minatmu dapat tersalurkan dan bakatmupun bertambah pesat. Contohnya anak sastra jawa, mengikuti UKM UPKD, yang cewek jago nyanyi/nari kan bisa ikut siden atau jadi penari. Sedangkan anak-anak Ilmu Komunikasi ikut UKM di bidang Pers, pastinya kan bisa mempertambah wawasanmu dan pengalamanmu. Jikalau anak Hukum, bisa ikut DEMA atau BEM, sehingga bisa menyalurkan aspirasi-aspirasi mahasiswa lainnya sekaligus belajar menjadi wakil rakyat  Jadi dengan mengikuti UKM atau berorganisasi bisa menambah bakatmu.

Dapat Menerapkan Teori Menjadi Praktek

Contohnya anak-anak di Koperasi Mahasiswa (Kopma), mahasiswa Jurusan Akuntansi bisa mempraktekkan ilmu mereka untuk mengatur keuangan, mahasiswa Jurusan Komputer bisa membantu merancang software untuk operasional Kasir di swalayan Koperasi, mahasiswa Jurusan Kearsipan/Adminstrasi bisa mengurus perpustakaan dan dokumen lembaga, dan lain sebagainya.

Dengan Berorganisasi, Dapat Menambah Nilai Plus Dalam CV-mu

Dengan punya pengalaman berorganisasi, perusahaan yang merekrutmu pasti akan mempertimbangkanmu baik-baik, karena itu artinya kamu dianggap sudah punya pengalaman dalam bekerja dalam kelompok, alias punya Softskill. Kamu bukan sekedar mahasiswa ber-IPK tinggi tapi kerjanya cuma bolak-balik kuliah-pulang-kuliah-pulang (istilah lawas, “mahasiswa kupu-kupu”). IPK itu penting untuk dipertahankan, untuk menunjukkan bahwa kamu serius dalam studimu, tapi jangan sampai kamu mendewakkan IPKmu sehingga tidak mengembangkan diri di luar perkuliahan.

Demikian yang dapat saya tulis. Mohon maaf jika banyak tulisan atau kalimat-kalimat yang salah atau kurang berkenan. Dikarenakan sumber yang terbatas.
Salam pegerakan ?

Silahkan Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: